Purbaya Deteksi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Mayoritas asal Cina

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mendeteksi sejumlah perusahaan baja pengemplang pajak pertambahan nilai alias PPN. Hal ini menjadi bagian dari komitmennya memberantas praktik penggelapan pajak.

“Yang baja terdeteksi ada 40 perusahaan. Yang dua besar, nanti akan kami sidak dalam waktu singkat,” kata Purbaya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (14/1).

Purbaya menjelaskan, sebagian besar perusahaan tersebut berasal dari Cina, meski ada beberapa yang terindikasi berasal dari Indonesia. Ia pun akan memeriksa kembali pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan tersebut, termasuk jika ada pegawai Kemenkeu yang terlibat dalam praktik penghindaran pajak tersebut.

 “Itu teka-teki saya juga. Harusnya kalau perusahaan besar, gampang ngeliatnya. Berarti orang saya ada yang terlibat nanti liat ya,” ujarnya.

Purbaya sebelumnya mengungkapkan soal perusahaan yang melakukan praktik pembelian KTP masyarakat untuk memalsukan jumlah karyawan dan data administratif lainnya. Modus ini dilakukan untuk menghindari kewajiban PPN.

Kemenkeu mencium praktik ini berpotensi merugikan negara. “Potensinya kata orang yang sudah insaf itu setahun bisa Rp 4 triliun lebih, jadi besar itu,” katanya.  



 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tingkatkan Pengawasan, Menhut Raja Juli Usul Tambah 21 Ribu Polisi Hutan ke DPR
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Waspada Musim Hujan Masih Aktif di Ibu Kota
• 2 jam laludetik.com
thumb
Cara Menyeimbangkan Karier dan Cinta
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Janji Kripto Timothy Ronald yang Membuat Rp 3 Miliar Melayang
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Seusai Kantor Pajak, KPK Geledah PT Wanatiara Persada dalam Kasus Suap di Kemenkeu
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.