KKP Kirim 1.142 Taruna untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengirim 1.142 taruna dari sekolah kedinasan di bawah KKP untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Nantinya, mereka akan disebar baik di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono juga sudah memberi detail skema terkait bantuan apa yang harus dilakukan para taruna di lokasi bencana.

“Antara lain dalam dukungan rekonstruksi fasilitas umum pasca bencana, rehabilitasi lingkungan dan pemukiman, kegiatan trauma healing dan pendampingan psikososial masyarakat, serta tugas-tugas kemanusiaan lainnya sesuai kebutuhan di lokasi terdampak,” kata Sakti dalam pelepasan Taruna Kelautan & Perikanan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Rabu (14/1).

Adapun 1.142 taruna tersebut merupakan taruna aktif yang berasal dari Politeknik AUP, Politeknik Pangandaran, Politeknik Karawang, Politeknik Sidoarjo, Politeknik Dumai, Sekolah Usaha Perikanan Menengah Ladong dan Pariaman.

Terkait pelibatan taruna KP yang notabene merupakan sekolah kedinasan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Rehabilitasi Pasca Bencana juga memberikan alasannya.

Menurut Tito, kendala dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera adalah keberadaan lumpur. Untuk itu, keberadaan alat berat saja tak cukup melainkan membutuhkan tenaga manusia yang cukup banyak.

“TNI dan Polri sudah menambah pasukan. Enggak cukup. Kita ingin cepat. Kalau ingin cepat, yang paling cepat adalah sekolah kedinasan. Kenapa sekolah kedinasan? Karena di bawah kendali pemerintah. Kedua, sekolah kedinasan ini bersifat semi-militer,” ujar Tito.

Selain taruna KP, TIto juga menyebut sudah ada taruna IPDN dan taruna Poltekstat STIS yang juga turut diterjunkan.

Dengan turut diterjunkannya taruna dari berbagai sekolah kedinasan tersebut, ia menilai pembersihan lumpur sisa banjir juga dapat rampung dalam waktu cepat

“Saya yakin kalau kekuatannya cukup, 2 minggu juga sudah selesai. Nah, ini tambah-tambah alat berat nanti,” ujarnya. Selain bantuan fisik, Tito juga berharap para taruna dari berbagai sekolah kedinasan yang berbeda juga memberi bantuan sesuai keahlian.

“Kita juga nanti minta bantu untuk masing-masing dengan kemampuan teknis ilmu masing-masing. Contohnya IPDN ngurusin, bantuin kepala dinas, sistem pemberitahuannya bisa berjalan. BPS melakukan pendataan. Setelah pembersihan-pembersihan, pendataan yang miskin berapa, segala macam,” kata Tito.

Dengan kehadiran TNI, Polri dan mahasiswa sekolah kedinasan, Tito juga yakin ekonomi di daerah bencana bisa kembali berputar. Hal ini karena para petugas bisa berbelanja dari rakyat terdampak bencana menggunakan uang saku yang diberikan.

“Ada warung-warung yang buka, jualan buah, dari pagi sampai sore yang beli cuma dua orang setelah itu busuk. Kedatangan TNI, Polri, Praja IPDN, taruna, ini dengan ada uang saku masing-masing, itu bisa belanja. Membuat kemudian ekonomi berputar,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alasan KPK Baru Tetapkan 2 Tersangka dari 3 Orang yang Dicekal di Kasus Korupsi Kuota Haji
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Keberatan Dituding Lakukan Kekerasan Terhadap Aurelie Moeremans, Roby Tremonti: Orang yang Menuduh Bisa Kena Masalah Hukum
• 6 jam lalufajar.co.id
thumb
KPK Geledah PT Wanatiara Persada, Sita Dokumen, HP hingga Laptop
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Hampir Rp1 Triliun Habis, Air Tidak Mengalir, Susno Duadji Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Pagar Alam
• 2 jam lalufajar.co.id
thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 420 , Hari Ini Rabu 14 Januari 2025: Aqeela Terkejut dengan Keputusan Yoona soal Vokalis Buzzer Beat
• 6 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.