Presiden Donald Trump pada Selasa kembali melontarkan serangan keras terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Dia dengan menyebut Powell sebagai sosok yang “tidak kompeten”, bahkan “tidak jujur”. Serangan ini muncul di saat Kementerian Kehakiman AS (DOJ) menghadapi kritik luas terkait penyelidikan pidana terhadap pimpinan bank sentral tersebut.
Trump mengeluarkan pernyataan itu saat ditanya apakah penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed dapat merusak kepercayaan terhadap independensi bank sentral, yang selama ini dijaga dari campur tangan eksekutif. Penyelidikan terhadap Ketua The Fed merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di AS.
“Dia menghabiskan anggaran miliaran dolar melebihi batas. Jadi, dia itu entah tidak becus atau memang tidak jujur. Saya tidak tahu yang mana. Tapi yang jelas, dia sama sekali tidak melakukan pekerjaannya dengan baik," katanya kepada wartawan di luar Gedung Putih, dikutip dari CNBC, Rabu (14/1).
Anggaran miliaran dolar yang dimaksud merujuk pada proyek renovasi besar-besaran gedung The Fed di Washington yang kini menjadi fokus penyelidikan DOJ.
Sindiran Trump ke Powell berlanjut saat kunjungan ke Michigan untuk meninjau pabrik Ford dan berpidato di Detroit Economic Club.
“Orang menyebalkan itu akan segera pergi,” kata Trump.
Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya kritik bipartisan terhadap penyelidikan tersebut serta menguatnya dukungan terhadap independensi The Fed.
CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, mengatakan hampir semua pihak sepakat independensi The Fed sangat penting. Merupakan mimpi buruk bagi The Fed jika ada yang ikut campur.
“Dampaknya justru berlawanan: ekspektasi inflasi naik dan suku bunga malah bisa lebih tinggi dalam jangka panjang," katanya.
Namun Trump menepis kekhawatiran tersebut. Ia merasa apa yang dilakukannya benar sambil kembali menyebut Powell sebagai “pejabat The Fed yang buruk”.
“Dia telah melakukan pekerjaan yang buruk. Kita seharusnya punya suku bunga yang lebih rendah. Jamie Dimon mungkin justru mau suku bunga tinggi. Bisa jadi dia dapat untung lebih besar dari situ," kata Trump sekaligus menyindir Dimon.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan sejumlah senator Partai Republik, termasuk yang dikenal sebagai pendukung Trump. Senator John Kennedy mengatakan konflik terbuka antara Gedung Putih dan The Fed justru akan mendorong kenaikan suku bunga.
“Kalau Anda ingin merancang sistem agar suku bunga pasti naik, cara terbaiknya adalah membuat Federal Reserve dan pemerintah saling berkelahi,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Scott Bessent dikabarkan telah menyampaikan kekhawatiran kepada Trump bahwa penyelidikan DOJ bisa menyulitkan proses penunjukan Ketua The Fed berikutnya setelah masa jabatan Powell berakhir pada Mei. Namun, jaksa AS di Washington, Jeanine Pirro, menegaskan pihaknya tidak berniat menghentikan proses hukum terhadap Powell.
Powell sendiri menyatakan bahwa DOJ telah melayangkan subpoena dewan juri dan mengancam dakwaan pidana terkait kesaksiannya di Senat mengenai renovasi gedung The Fed. Ia menilai langkah itu berkaitan langsung dengan tekanan politik dari Trump soal kebijakan suku bunga.
“Ancaman tuntutan pidana ini merupakan konsekuensi dari keputusan Federal Reserve menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami untuk kepentingan publik, bukan mengikuti keinginan Presiden,” kata Powell secara terpisah.





