Kesenjangan Upah Gender Masih Lebar, Gaji Perempuan Tertinggal

idntimes.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, IDN Times - Kesenjangan pendapatan antara pekerja laki-laki dan perempuan di Indonesia masih terjadi dan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, dalam acara Semangat Awal Tahun 2025 by IDN Times di IDN HQ, Jakarta, Rabu (14/1).

Pernyataan tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang mencatat upah pekerja laki-laki secara konsisten lebih tinggi dibandingkan perempuan. Selisih pendapatan berada di kisaran 19 hingga 30 persen, tergantung sektor dan tingkat pekerjaan.

“Avarage pay perempuan dibanding laki-laki itu 20-25 persen lebih rendah, rata-rata. Belum lagi participationt of female in the labour force itu stagnan, angkanya 50-55 persen. Artinya untuk perempuan yang bisa bekerja, cuma 50-55 persen, dibandingkan laki-laki yang 80 persen, jadi ini ada disparity,” ujar Mari.

Selain kesenjangan upah, Mari juga menyoroti rendahnya partisipasi perempuan dalam angkatan kerja. Tingkat partisipasi tenaga kerja perempuan masih tertahan di angka 50–55 persen, jauh di bawah laki-laki yang mencapai sekitar 80 persen.

Ia menambahkan, persoalan ini tidak terlepas dari ketimpangan pendapatan nasional yang masih tercermin dalam rasio Gini Indonesia sebesar 0,375. Angka tersebut menunjukkan distribusi pendapatan yang belum merata, termasuk ketimpangan berbasis gender.

“Jadi kalau kesimpulan di pemerataan, kalau ditanya gini koefisione masih di tengah, 0,375. Penyebab utamanya belum terpenuhinya lapangan pekerjaan yang cukup dengan pay distence work, kedua adanya inequality of opportunity,” tambahnya.

Menurut Mari, ketimpangan juga dipicu oleh akses terhadap human capital yang belum sepenuhnya setara. Faktor pendidikan, kesehatan, serta kesempatan kerja yang tidak merata masih menjadi penghambat utama bagi perempuan untuk memperoleh posisi dan upah yang setara dengan laki-laki.

IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.

SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.

SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026."


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR Tegur Menteri KKP gegara ke Aceh Tak Kabari Mitra
• 40 menit laludetik.com
thumb
Waspada! BMKG Catat Potensi Cuaca Ekstrem di 9 Wilayah Indonesia Hari ini 14 Januari 2026
• 14 jam laludisway.id
thumb
Victoria Beckham, WAGs Paling Tajir di Dunia 
• 19 jam lalurealita.co
thumb
Pesta 3 Hari Berhenti, Harga Emas Turun Dihantam Aksi Jual Untung
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Industri Mobil Indonesia Tahun 2025 dalam Angka
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.