Potret Pemukiman Liar di Jakarta, Warga Hidup Satu Meter dari Lintasan Rel

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di sepanjang lintasan rel sisi Jalan Rukan Permata Kota, sebuah wilayah membelah Tambora, Jakarta Barat dan Penjaringan, Jakarta Utara.

Di ruang sempit itu, kehidupan berdenyut di atas kerikil tajam ballast batu-batu rel yang sejatinya hanya diperuntukkan bagi bantalan baja dan roda kereta yang melaju cepat.

Suasana di Jalan Rukan Permata Kota, Selasa (13/1/2026), menampilkan kontras tajam antara modernitas transportasi publik dan realitas pemukiman marginal.

Setiap empat hingga lima menit, rangkaian KRL melintas dengan kecepatan tinggi. Di sisi kanan-kirinya, deretan rumah semi permanen berdiri rapuh, seolah menantang batas keselamatan yang ditetapkan negara.

Baca juga: Tak Bertuan di Kawasan Cagar Budaya, Bekas Kantor Batavia Jadi Hunian Liar

Hunian-hunian ini tampak dipaksakan kokoh. Terpal plastik berwarna biru dan hijau yang telah kusam dijadikan atap tambahan.

Dindingnya dari papan bekas, tripleks, hingga seng berkarat. Pagar besi hijau pembatas rel yang mulai lapuk dialihfungsikan menjadi tiang jemuran darurat.

Pakaian-pakaian yang digantung dari kemeja kerja hingga kain jarik hanya berjarak beberapa sentimeter dari ruang kosong yang akan diterjang angin kencang setiap kali kereta melintas.

Getaran tanah menjadi bagian dari ritme hidup. Tak ada pagar kokoh, tak ada dinding pembatas memadai. Yang ada hanyalah kebiasaan dan kewaspadaan seadanya.

Potret paling mencolok di kawasan ini adalah anak-anak yang menjadikan rel sebagai ruang bermain. Tanpa alas kaki atau hanya bersandal jepit, mereka duduk bergerombol di atas bantalan rel.

Ada yang memegang botol air plastik, ada pula yang bercengkerama di bawah bayang-bayang pohon besar yang rindangnya tak mampu menutupi kesan kumuh di bawahnya.

Baca juga: Bekas Kantor Batavia Terlupakan, Kini Jadi WC Umum dan Hunian Liar di Kota Tua

Bagi mereka, klakson kereta bukan lagi tanda bahaya, melainkan irama harian. Saat bunyi panjang itu terdengar, mereka hanya bergeser sedikit ke samping, menunggu rangkaian besi berlalu, lalu kembali duduk dan bermain.

Di salah satu sudut, sebuah papan kayu bertuliskan “Selamat Datang” berdiri miring. Tulisan itu terasa ironis, berdampingan dengan tumpukan sampah plastik, puing bangunan, dan sisa-sisa material rumah.

Seorang pria paruh baya terlihat duduk termenung di balai-balai kayu kecil yang menempel langsung ke dinding rumahnya.

Jarak antara tempat duduknya dan rel tak lebih dari satu langkah kaki orang dewasa. Getaran keras dan hembusan angin kencang saat kereta melintas tak lagi mengagetkan.

Ia menjadi alarm sunyi bahwa hidup harus terus berjalan, meski di bawah ancaman yang nyata.

Hidayat (60), warga yang ditemui duduk di kursi tepat di tepi rel, telah tinggal di kawasan ini selama lebih dari satu dekade.

Ia menyebut wilayah ini sebagai daerah perbatasan yang kerap luput dari perhatian.

“Masuknya ke daerah Penjaringan. Tapi ini memang perbatasan dengan Tambora. Kalau di peta biasanya tertulis Tambora, tapi aktivitas warga banyak yang ke Penjaringan juga,” ujar Hidayat saat ditemui Kompas.com di lokasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Sahroni Rugi Rp 80 Miliar akibat Penjarahan Rumah: Saya Tak Korupsi tapi Dijarah


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Baleg DPR RI Sepakat Masukkan MoU Helsinki sebagai Konsideran Revisi UU Pemerintahan Aceh
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Geger! Penumpang Bus di Makassar Ditemukan Tewas, Mulut Berbusa
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
KPU Bakal Gelar Rapat Usai KIP Kabulkan Gugatan Bonatua soal Ijazah Jokowi
• 17 jam laluokezone.com
thumb
CCTV Bongkar Pembunuhan Terapis Spa di Bekasi, Pelaku Suami Siri Korban
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Dikaitkan dengan Buku Broken Strings Aurelie Moeremans, Roby Tremonti Beri Klarifikasi sampai Pamer Foto Nikah
• 6 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.