Aksi IMPC, OASA, BIPI, SOFA di Bisnis Waste to Energy (WtE), Apa Kabar TOBA?

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah emiten mulai agresif menggarap bisnis pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau waste-to-energy (WtE). Apalagi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bakal mengumumkan lelang proyek pengolahan sampah nasional dalam waktu dekat.

Para pemain yang kini tengah menggarap bisnis pembangkit sampah di antaranya yakni PT Astrindo Nusantara Infrastructure Tbk (BIPI), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), dan PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA).

Adapun Danantara membuka putaran lelang proyek waste-to-energy atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) untuk tujuh lokasi prioritas. Ketujuh lokasi yang dimaksud adalah Denpasar, Yogyakarta, Semarang, Bogor Raya, Tangerang Raya, Bekasi Raya, dan Medan Raya. Targetnya, proyek ini dapat rampung dan beroperasi selambatnya pada April 2026.

Danantara sebagai pendukung investasi proyek sebelumnya telah mengumumkan 24 perusahaan asing yang lolos seleksi sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL. Mayoritasnya adalah perusahaan asal Cina.  Nantinya, perusahaan yang mengikuti lelang harus membentuk konsorsium dengan mitra lokal.

Lalu bagaimana dengan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)?

Adapun PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) sebelumnya menyatakan tengah mengkaji peluang untuk berinvestasi di proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau WtE Danantara.  

Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina menjelaskan, perusahaan masih perlu meninjau kapasitas internal. Namun ketika ditanya apakah sudah ada perusahaan yang mengajak TOBA untuk masuk ke konsorsium 24 perusahaan asing untuk ikut lelang dan garap PLTSa, dia enggan menjawab. Juli mengatakan, TOBA baru menyelesaikan proyek CORA Environment di bidang waste management yang skalanya besar pada tahun ini. 

“Nanti baru kami lihat peluang untuk di sini, sekalian kami lihat juga ini (proyek PLTSa) kan masih baru muncul, kami lihat tuh nanti eksekusinya di lapangan seperti apa,” ujar Juli di Jakarta November 2025 lalu.

Fokus ke Existing Projects

Ia menuturkan, TOBA telah memantau proyek pembangkit sampah sejak 2018. Perusahaan pun memiliki sejumlah proyek dalam pipeline, termasuk di luar Indonesia. TOBA pun menyebut akan fokus pada proyek yang sudah dilakukan perusahaan, terutama ekspansi di regional.

Meski begitu, peluang untuk mengikuti lelang pada tahap selanjutnya tetap terbuka. Pihaknya pun akan meninjau kembali perkembangan ke depan. “Ada dong, peluangnya untuk bisa kami review lagi kembali nanti untuk ke depannya ada,” ujar Juli. 

Adapun untuk proyek WtE ini, ia menilai perkembangannya sudah cukup baik dan menunjukkan niat positif. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana pemerintah daerah menerbitkan aturan turunan yang mampu menangani berbagai isu sosial, termasuk keberadaan sektor informal. 

“Dari mulai pengelolaan sampahnya, dari mulai koleksi sampahnya sampai untuk bisa masuk ke pembangkit, itu gimana, itu mungkin isu-isu yang perlu dihadapi,” ujar Juli.  

Manajemen TOBA sebelumnya menyatakan proyek PLTSa Danantara belum menjadi prioritas. “Prioritas kami itu proyek-proyek yang sudah ada di depan yang sudah kita approach dan di regional,” kata Juli.

Sebelumnya berdasarkan rumor pasar, ada keterlibatan salah satu emiten yang bergerak di bidang waste management yaitu PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dengan proyek Danantara. Pasalnya, TBS Energi Utama sebelumnya pernah terafiliasi dengan Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. Tak hanya itu, Pandu juga sempat menjabat sebagai wakil direktur utama TBS Energi Utama. 

“TOBA enggak ikutan, teman-teman TOBA sudah declare tidak bakal ikutan untuk proyek yang menyangkut waste to energy (WtE) Danantara,” kata Pandu kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/11). 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Purbaya Deteksi 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Mayoritas asal Cina
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tari Landhung Sambut Kapolres Situbondo Baru AKBP Bayu Anuwar Sidiqie
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Biang Kerok Saham Konglomerat BREN, RATU Cs Masuk Top Laggards 2026
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Geledah Kantor PT Wanatiara Persada dalam Kasus Pajak, KPK Amankan Dokumen Kontrak hingga HP
• 5 jam lalusuara.com
thumb
DPR & Pengamat Soal Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN, Pesan Politik Lanjutkan Legacy Jokowi?
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.