Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Memasuki tahun baru, resolusi keuangan kerap menjadi harapan untuk hidup yang lebih tertata. Namun di tengah ketidakpastian ekonomi global, resolusi tanpa aksi nyata berisiko hanya menjadi daftar keinginan. 
 
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan kondisi ekonomi global masih rentan akibat perlambatan pertumbuhan, termasuk di Indonesia. Dalam situasi ini, kebiasaan finansial yang disiplin menjadi kunci menjaga stabilitas keuangan.
 
Menjawab tantangan tersebut, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi menekankan pentingnya kesiapan finansial sejak dini melalui perencanaan yang terukur.

“Ketika kondisi ekonomi semakin menantang, literasi keuangan menjadi semakin penting. Sebagai salah satu pelaku utama di industri asuransi jiwa & kesehatan, IFG Life berkomitmen memberikan layanan terbaik serta perlindungan yang komprehensif dan berkelanjutan kepada konsumen. Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui produk dan proses klaim, tetapi juga dengan mendampingi masyarakat membangun stabilitas finansial melalui edukasi dan perencanaan yang terukur,” ujar Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Januari 2026. 
  Baca juga: Gaji Naik Tahun Depan? Ini Cara Mengatur Keuangan agar Tidak Ikut Boros
Jika kamu ingin menyambut 2026 dengan kondisi finansial yang lebih siap, berikut lima kebiasaan kunci yang bisa mulai diterapkan. 1. Menabung sejak awal bulan Menabung tetap menjadi fondasi utama dalam perencanaan keuangan. Bukan soal besar kecil nominalnya, tetapi konsistensinya. Agar lebih efektif, biasakan menabung di awal bulan. 
 
Begitu gaji diterima, sebagian dana bisa langsung dialokasikan ke tabungan atau rekening dana nasabah (RDN) sebagai langkah awal berinvestasi. Dengan cara ini, menabung menjadi bagian dari sistem keuangan, bukan sekadar sisa di akhir bulan.  2. Biasakan evaluasi sebelum membeli Di era belanja digital, keputusan impulsif sering kali sulit dihindari. Karena itu, resolusi finansial juga bisa dimulai dari kebiasaan belanja yang lebih mindful. Beri jeda satu hingga dua hari sebelum checkout, terutama untuk barang yang tidak mendesak. 3. Waspadai biaya layanan langganan Layanan berbasis langganan kini semakin umum, mulai dari aplikasi hingga hiburan digital. Tanpa disadari, biaya kecil yang dibayarkan rutin dapat menggerus pendapatan bulanan, termasuk untuk layanan yang sudah jarang digunakan.
 
Untuk mencegah kebocoran anggaran, biasakan mengecek secara berkala layanan berbayar yang masih aktif di e-wallet atau kartu kredit.  4. Pahami perlindungan finansial yang dimiliki Risiko dan situasi tak terduga dapat terjadi kapan saja. Karena itu, penting memahami perlindungan yang kamu miliki, termasuk asuransi dan BPJS. Luangkan waktu untuk mempelajari kembali manfaat, ketentuan klaim, serta batas perlindungan agar bisa dimanfaatkan secara optimal. 5. Tetapkan “Limit Hidup” sejak awal Niat hidup hemat sering kali tidak cukup tanpa batasan yang jelas. Karena itu, kamu bisa mulai menetapkan “limit hidup”, yaitu batas maksimal pengeluaran bulanan untuk kebutuhan gaya hidup seperti makan di luar, hiburan, atau aktivitas sosial.
 
Limit ini sebaiknya ditentukan sejak awal bulan dan dibuat lebih rendah dari batas kartu yang tersedia. Dengan begitu, pengeluaran tetap terkendali tanpa harus mengorbankan ruang untuk menikmati hidup.
 
Pada akhirnya, membangun kebiasaan finansial bukan tentang perubahan besar yang instan, melainkan konsistensi dalam langkah-langkah kecil sehari-hari. 
 
Di tengah ketidakpastian ekonomi, resolusi keuangan yang realistis dan terukur dapat menjadi pegangan untuk menjaga stabilitas. 
 
Dengan perencanaan yang lebih sadar dan disiplin, kamu bisa menghadapi 2026 dengan lebih siap, tidak sekadar bertahan, tetapi juga menjaga finansial tetap stabil di setiap fase kehidupan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Daftar Nama-Nama Ikan Air Tawar dan Laut Populer serta Gizinya
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sutiyoso Buka Alasan Bangun Monorel Jakarta, Kini Lega Proyek Mangkrak Dibongkar
• 5 jam lalumerahputih.com
thumb
Audiensi ke DPR RI, Bupati Pasuruan Dorong Penyelesaian Sengketa Tanah Nguling
• 15 jam laluberitajatim.com
thumb
Kronologi Perundungan Mahasiswi PPDS FK Unsri
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Mencari Angka Ideal HPP Gabah 2026
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.