Trump Mengendalikan Minyak Venezuela, Dua Kapal Super Tanker Tiongkok Berbalik Arah

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan penangkapan Nicolás Maduro, Amerika Serikat dengan cepat menguasai ekspor minyak negara tersebut. Data pelayaran terbaru menunjukkan bahwa dua kapal tanker super milik Tiongkok yang semula dijadwalkan untuk mengangkut minyak dari Venezuela, setelah berlabuh selama beberapa minggu di Samudra Atlantik Utara, kini telah berputar arah dan kembali ke Asia.

Menurut laporan Reuters, dua kapal tanker super berbendera Tiongkok tersebut adalah “Xingye” (Hingye, transliterasi) dan “Thousand Sunny” (Qianyang), yang secara khusus melayani rute Venezuela–Tiongkok untuk mengangkut minyak mentah Venezuela ke Tiongkok. Kapal tanker super ini (VLCC, Very Large Crude Oil Carrier) masing-masing memiliki kapasitas angkut hingga 2 juta barel minyak mentah. Namun, setelah krisis Venezuela meletus, kedua kapal tersebut telah berlabuh selama beberapa minggu di Samudra Atlantik Utara sambil menunggu instruksi lebih lanjut.

Data pelayaran terbaru dari LSEG menunjukkan bahwa kedua kapal tanker tersebut kini telah berputar arah dan kembali ke Asia.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa sebagai pasar terbesar minyak Venezuela, Tiongkok tidak menerima satu pun pengiriman minyak dari Perusahaan Minyak Nasional Venezuela (PDVSA) sejak bulan lalu. 

Hal ini berarti bahwa di bawah blokade Amerika Serikat, Venezuela kemungkinan besar tidak dapat mengekspor minyak secara langsung kepada pembeli utamanya dalam jangka pendek.

Berdasarkan dokumen internal PDVSA, tahun lalu Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor minyak terbesar Venezuela, dengan volume ekspor sekitar 642.000 barel per hari, atau sekitar tiga perempat dari total ekspor minyak Venezuela.

Pada 3 Januari tahun ini, militer Amerika Serikat melancarkan serangan mendadak ke Venezuela, menangkap Presiden Maduro hidup-hidup, dan dengan cepat mengambil alih kendali atas ekspor minyak Venezuela.

Presiden Trump sebelumnya secara terbuka menyatakan bahwa praktik Partai Komunis Tiongkok yang memanfaatkan utang untuk menukar minyak murah dari Venezuela kini telah “berakhir”. Saat ini, Amerika Serikat akan mengambil alih penjualan minyak Venezuela, dan jika Tiongkok ingin membeli minyak, “bisa membelinya dari kami”.

Sejumlah pejabat pemerintahan Trump mengatakan kepada Reuters bahwa sebagian tujuan Presiden AS mengambil tindakan terhadap Maduro adalah untuk mengekang ambisi Partai Komunis Tiongkok dalam memperluas pengaruhnya di “halaman belakang” Amerika Serikat. (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mendagri percepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Apa Itu Memoar yang Lagi Viral karena Broken Strings Karya Aurelie Moeremans?
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ke Papua, Wapres Gibran Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat di Biak
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
"Broken Strings", Keberanian Penyintas Memutus Rantai "Child Grooming"
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Hari Desa Nasional 2026: Ini Tema, Tujuan dan Kegiatannya
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.