Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tidak pernah mengkritik program makan bergizi gratis alias MBG. Purbaya beralasan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini adalah salah satu pilar Sumitronomics.
“Ini kan salah satu pilar dari Sumitronomics. Stabilitas yang bagus, terus pemeratan,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1).
Sumitronomics merupakan gagasan ekonom Indonesia yakni Sumitro Djojohadikusumo yang juga merupakan ayah kandung dari Prabowo. Konsep ekonomi ini menekankan bagaimana negara berperan sebagai motor pembangunan ekonomi yang berpijak pada prinsip nasionalisme ekonomi, industrialisasi, dan proteksi terhadap kepentingan ekonomi.
Prabowo juga menargetkan pada pemerintahannya, ekonomi RI bisa tumbuh sebesar 8% yang akan didorong secara merata melalui program MBG.
“Toh sama pada akhirnya kita perlu dua itu (pemerataan dan stabilitas) untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” ujarnya.
Untuk itu, Purbaya mengapresiasi program makan bergizi gratis yang sudah dijalankan sejak tahun lalu. Ia menilai program tersebut bagus namun dalam implementasinya perlu diperbaiki agar lebih maksimal.
Dukungan APBN untuk MBGMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis alias MBG pada 2026. Kesiapan anggaran ini juga akan mendukung target penerima manfaat MBG mencapai 82,9 juta orang pada akhir 2026.
“Jaminannya itu APBN tahun ini menyiapkan untuk MBG Rp 335 triliun,” kata Airlangga dalam acara Road To Jakarta Food Security Summit 2026 di Menara Kadin, Selasa (13/1).
Airlangga juga menilai dampak dari program MBG juga positif untuk menggerakan ekonomi. Ia menilai hal itu terlihat dari pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebagai unit dapur nasional program prioritas Prabowo itu.
“Model bisnis SPPG ini luar biasa karena dibayar di awal lalu baru memproduksi sehingga sebetulnya arus kasnya bagus. Beberapa yang kami monitor baru buka satu SPPG mau buka yang kedua,” ujarnya.



