JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyoroti kondisi geopolitik global yang semakin tidak pasti. Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2026 di Kementerian Luar Negeri pada Rabu (14/1/2026), ia menggambarkan dunia saat ini berada dalam situasi berbahaya.
Ia mengatakan, batas antara perdamaian dan konflik semakin kabur. Menlu menilai tata kelola global yang selama ini menjadi penyangga stabilitas tidak lagi mampu mengejar realitas yang berkembang cepat.
“Saat ini kita hidup di ruang abu-abu yang berbahaya, di mana batas antara perdamaian dan perang tidak tegas dan tanpa celah untuk salah membaca situasi,” ujarnya.
Ia bahkan mengingatkan pada sejarah runtuhnya Liga Bangsa-Bangsa sebelum pecahnya Perang Dunia II. Menurut Menlu, kondisi global saat ini ditandai oleh kompetisi yang tajam hingga peran signifikan aktor non-negara, yang membentuk tatanan dunia baru.
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F13%2Fd46e81872cb517030532168a994ca810-20260113YGA10.jpg)


