MAKASSAR, FAJAR – Bursa transfer pemain segera terbuka. PSM Makassar mesti menyelesaikan banned FIFA.
PASUKAN Ramang terus berkutat dengan masalah yang sama. Sanksi banned (pelarangan transfer pemain) secara resmi telah dirilis FIFA, sebagaimana tercantum dalam situs FIFA Registration Ban List.
Ini juga menjadi banned kedua PSM dalam kurun lima bulan terakhir, sekaligus menjadi klub sepak bola Indonesia pertama yang mendapat sanksi FIFA pada 2026 ini.
Sebelumnya, PSM dikenakan sanksi larangan mendaftarkan pemain pada 8 Oktober 2025. Itu sebabnya, sejumlah pemain anyar PSM baru bisa dimainkan semuanya pada saat kompetisi sudah berjalan lima pertandingan.
Kali ini, mereka mendapatkan sanksi yang sama, larangan mendaftarkan pemain baru, terhitung sejak 9 Januari 2026. Kondisi ini tentu merugikan tim, mengingat saat ini sudah memasuki jendela transfer musim dingin.
Manajemen PSM Makassar juga belum memberikan keterangan terkait dengan penyebab banned ini. Namun diduga, ini masih berkaitan dengan gaji pemain maupun mantan pelatihnya, Bernardo Tavares, yang sebelumnya memutuskan hengkang karena alasan gaji dan bonus yang tidak kunjung diselesaikan.
Pengamat sepak bola, Assegaf Razak cukup menyayangkan hal ini. Momentum yang seharusnya bisa dimaksimalkan oleh pelatih Tomas Trucha untuk membangun tim, justru tersandung sanksi.
“Tentu sangat disayangkanlah. Karena ini, kan, sebenarnya momentum bagi pelatih baru untuk membangun skuad impiannya, tetapi harus terhalang dengan sanksi ini,” ujarnya, kemarin.
Mantan pelatih dan pemain PSM Makassar itu juga berharap, permasalahan ini segera diselesaikan oleh manajemen agar tim bisa beraktivitas dengan lebih leluasa. Sehingga, pada putaran kedua PSM bisa tampil lebih baik dibanding paruh pertama musim ini.
“Kalau tidak, tim bisa terganggu di putaran kedua, sedangkan posisi sekarang ini menuntut untuk tampil lebih baik supaya bisa naik peringkat,” harapnya.
Sayangkan
Suporter PSM Makassar, Noeryana Putra, juga menyampaikan hal sama. Dia cukup menyayangkan hal-hal seperti ini terus berulang di tubuh PSM Makassar.
“Kita juga sebenarnya bertanya-tanya, kenapa sanksi seperti ini terus berulang di PSM. Tentu sangat disayangkan, karena ini bisa membuat nama PSM turun di dunia sepak bola, apalagi kalau sudah seperti langganan sanksi,” tuturnya.
Selain itu, dia khawatir jika hal seperti ini terulang terus, PSM akan sulit mendapatkan pemain dengan kualitas bagus. Sebab, calon pemain bisa saja merasa waswas terkait dengan kondisi tim yang akan dia bela.
“Karena pasti pemain juga berpikir, jangan sampai tidak dibayar gajinya, atau misalnya ada hal-hal lain yang ditakutkan. Jadi secara tidak langsung ini memberi dampak buruk untuk PSM juga, citranya bisa buruk,” ungkapnya.
Dengan begitu, dia berharap manajemen PSM Makassar bisa bergerak cepat menyelesaikan masalah ini, kemudian tidak terulang kembali pada masa-masa mendatang. “Mudah-mudahan cepat selesai dan ini tidak terulang lagi,” tutupnya. (wid/zuk)



