Nilai Tukar Rupiah Hari Ini (14/1) Terhadap Dolar Akhirnya Menguat, Patahkan Pelemahan 8 Hari Beruntun

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini, Rabu (14/1/2026) ditutup menguat. Capaian ini mematahkan tren pelemahan beruntun yang terjadi dalam 8 hari terakhir. 

Penguatan rupiah atas dolar disebut seiring sentimen global di pasar keuangan saat kekhawatiran atas independensi The Fed yang kini berurusan dengan Trump di meja hijau.

Melansir Bloomberg, rupiah terapresiasi 0,07% atau 12 poin ke Rp16.865 per dolar AS. Di saat yang sama, indeks dolar AS melemah 0,01% ke 99,14.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan sejumlah sentimen yang menyertai gerak rupiah di pasar keuangan. Dari global, pelaku pasar mencermati data indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) yang berada di bawah ekspektasi.

"CPI inti naik 0,2% pada bulan Desember dan 2,6% secara tahunan, di bawah perkiraan. Ini memperkuat spekulasi penurunan suku bunga di masa mendatang. Pasar sekarang memperkirakan sekitar dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026," kata Ibrahim, Rabu (14/1/2026).

U.S. DOLLAR / INDONESIAN RUPIAH - TradingView

Selain itu, pasar juga menaruh fokus pada risiko geopolitik global. Kabar terbaru, saat ini Iran dilanda protes anti-pemerintah yang semakin intensif. Aksi massa itu telah menewaskan sekitar 2.000 orang, meningkatkan kekhawatiran akan ketidakstabilan yang lebih luas di Timur Tengah. 

Baca Juga

  • Kurs Rupiah Turun 7 Hari Beruntun Saat APBN 2026 Diperkirakan Bakal Minus di Atas 3%
  • OJK Hentikan 2.263 Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal pada 2025
  • OCBC Sekuritas Bocorkan Racikan IPO untuk Semester I/2026

Kerusuhan tersebut telah memicu peringatan dari Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan kemungkinan tindakan militer dan mengancam akan mengenakan tarif 25% pada negara-negara yang berbisnis dengan Iran.

Masih berhubungan dengan AS, pasar saat ini juga khawatir atas independensi The Fed setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal yang melibatkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. 

Sementara sentimen dari dalam negeri, Ibrahim mengatakan pasar akan berekspektasi pada target pertumbuhan ekonomi 5,4% tahun ini. Bahkan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis mencapai 6%. Sedangkan, defisit pemerintah ditargetkan turun ke 2,7% terhadap PDB.

"Meskipun demikian, para ekonom memiliki pandangan defisit akan di atas dari apa yang ditargetkan pemerintah. Untuk hasil yang irealistis, dengan defisit 2,8-3,0% dari PDB, karena pertumbuhan pendapatan mungkin akan melambat dan reformasi pengeluaran terus berlanjut," jelas Ibrahim.

Atas pertimbangan sejumlah sentimen di pasar keuangan itu, Ibrahim meramal rupiah pada perdagangan esok hari akan bergerak fluktuatif dan akan ditutup melemah di rentang Rp16.860 sampai Rp16.890 per dolar AS.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ambisi Kuasai Greenland, Rusia Olok-olok Donald Trump dengan Bahasa Referendum Mendadak
• 23 jam lalufajar.co.id
thumb
Datangi KPK, Menteri Airlangga: Bahas Rencana Pembelian Energi dan Pesawat
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Foto: Aksi Besar di Minneapolis Setelah Penembakan, Banyak Demonstran Ditangkap
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Jaya bongkar laboratorium yang produksi etomidate di Jakut
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Mengenal Halving Bitcoin yang Jadi Strategi Trading Derivatif 2026
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.