Respons Google soal Dakwaan Nadiem Disentil Kejagung

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Google Indonesia memberi penjelasan terkait investasinya di Gojek sebagaimana yang disebut dalam dakwaan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) Kemendikbudristek dengan terdakwa mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Kejaksaan Agung (Kejagung) pun merespons penjelasan Google itu.

Google peda intinya menegaskan investasinya di Gojek tidak ada hubungannya dengan kasus ini sebagaimana yang disebut dalam dakwaan jaksa. Kejagung pun meminta Google menunggu proses persidangan.

"Ya kan ada kegiatan. Memang Google ada peristiwa sebelum, dan ada peristiwa sesudah gitu," kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna kepada wartawan di gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).

"Ya nantilah, nanti di pengadilan kan akan terungkap seperti apa," imbuhnya.

Baca juga: Notaris di Sidang Chromebook Ungkap Transaksi Rp 809 M ke PT Gojek


Pernyataan Google

Diketahui, Google menegaskan pihaknya telah berinvestasi di Gojek jauh sebelum Nadiem Makarim ditunjuk sebagai Mendikbudristek. Investasi dilakukan bersama perusahaan global lainnya kepada Gojek sebelum Nadiem Makarim menjabat sebagai Mendikbudristek.

"Google, bersama dengan perusahaan global besar lainnya dan investor institusional, berinvestasi di entitas terkait Gojek antara tahun 2017 dan 2021, di mana sebagian besar investasi Google dilakukan jauh sebelum penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan," kata Google Indonesia, melalui keterangannya, Minggu (11/1).

"Investasi pada entitas terkait Gojek ini tidak memiliki hubungan apa pun dengan upaya jangka panjang kami dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia maupun kerja sama kami dengan Kementerian Pendidikan terkait produk dan layanan kami," kata Google Indonesia.

Google Indonesia juga menegaskan tidak pernah menjanjikan atau memberi imbalan sesuatu kepada pejabat pemerintah agar menggunakan produk Google. Menurutnya, pejabat yang memakai produk-produk Google itu adalah keputusan mereka sendiri.

"Kami tetap berkomitmen untuk mendukung transformasi digital Indonesia dengan menjunjung tinggi standar transparansi dan integritas tertinggi," sambungnya.

Baca juga: Saksi Ungkap Eks Jaksa KPK Pernah Wanti-wanti Pengadaan Proyek Chromebook




(zap/dhn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Target Dua Emas, Tim Boccia Indonesia Siap Hadapi Persaingan Ketat di ASEAN Para Games 2025 Thailand
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Ki Saur Panjaitan Harap SMA Taruna Nusantara Malang Perkuat Nasionalisme dan pendidikan Karakter dengan Asah Asih Asuh
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Kelebihan Kuota Legiun Asing, Arema FC Harus Depak Satu Nama
• 14 jam lalubola.com
thumb
Ini Sinopsis “Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah”, Karya Aurelie Moeremans yang Lagi Viral
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Arema FC dan bek asal Brasil Yann Motta resmi berpisah
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.