Grid.ID - Joko Suyoto bersama kuasa hukumnya mendatangi Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). Langkah tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi isu eksploitasi yang menyeret namanya ke ruang publik.
Kedatangan Joko ke Komnas Anak disebut sebagai bentuk itikad baik. Ia ingin meluruskan pemberitaan yang dinilai tidak utuh dan cenderung menghakimi.
“Kami datang untuk klarifikasi, bukan untuk menyerang pihak manapun,” ujar kuasa hukum Joko, Charisma Adilaga Sugiyanto dikutip Grid.ID melalui tayangan Youtube Reyben Entertainment, Selasa (13/01/2026).
Charisma menegaskan bahwa permasalahan yang berkembang bukanlah konflik antara ayah dan anak. Ia menyebut isu tersebut muncul akibat pernyataan manajer yang kemudian menjadi konsumsi publik.
Menurut Charisma, tudingan eksploitasi anak harus dilihat dari konteks hukum. Ia menjelaskan bahwa eksploitasi memiliki definisi yang jelas dalam undang-undang.
“Eksploitasi itu ada unsur pidananya dan tidak bisa disimpulkan sepihak,” katanya.
Charisma menilai selama ini Farel bekerja berdasarkan perjanjian yang disepakati. Hak-hak Farel, termasuk pendidikan dan kebutuhan hidup, disebut telah diatur dalam kontrak tersebut.
Ia juga membantah anggapan bahwa Joko memanfaatkan anaknya secara ekonomi. Menurutnya, tidak ada bukti yang mengarah ke sana.
“Tidak ada eksploitasi karena semua berdasarkan perjanjian kerja,” ujar Charisma.
Joko sendiri mengaku terpukul dengan tudingan yang dialamatkan kepadanya. Ia merasa reputasinya sebagai orang tua disudutkan tanpa klarifikasi terlebih dahulu.
Ia menegaskan bahwa sejak awal pengelolaan karier Farel dilakukan oleh manajer. Joko menyebut dirinya tidak pernah ikut campur dalam urusan profesional tersebut.
Baca Juga: Curhatan Pilu Farel Prayoga, Cari Nafkah demi Keluarga dari Usia Muda
“Saya hanya ayah, bukan pengelola karier,” katanya.
Dalam pertemuan dengan Komnas Anak, pihak Joko menyampaikan kronologi lengkap. Mereka berharap lembaga tersebut melihat perkara secara objektif dan berimbang.
Charisma menyebut Komnas Anak menerima penjelasan dengan terbuka. Diskusi juga dilakukan untuk meluruskan pemahaman publik terkait isu yang berkembang.
“Kami ingin hak jawab ini dihormati,” ujarnya.
Joko menegaskan tidak pernah melarang Farel bekerja atau tampil di panggung. Ia justru menyebut selalu mendukung karier anaknya sejak awal.
Ia berharap tidak ada lagi narasi yang menyebut dirinya mengeksploitasi anak. Menurutnya, tudingan tersebut sangat melukai sebagai seorang ayah.
“Yang saya perjuangkan hanya kebenaran,” kata Joko.
Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perhatian publik. Pihak keluarga berharap klarifikasi ini dapat menghentikan kesimpangsiuran informasi yang beredar.(*)
Artikel Asli



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472898/original/019148300_1768379030-Screenshot_2026-01-14_151053.png)