Mengapa Pariwisata Indonesia Kalah dari Malaysia?

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Malaysia menjadi negara di ASEAN yang paling banyak menarik pengunjung asing. Negeri itu telah mengalahkan Thailand dan jauh meninggalkan Indonesia. Mengapa hal itu bisa terjadi? Dari artikel ini, Anda bisa mempelajari beberapa hal sebagai berikut:

  1. Berapa juta orang yang berkunjung ke Malaysia selama 2025?
  2. Berapa jumlah pengunjung asing ke Indonesia pada 2025?
  3. Mengapa Malaysia bisa menarik banyak pengunjung asing?
  4. Bagaimana dengan Indonesia?
  5. Berapa target wisatawan asing ke Indonesia pada 2026?
  6. Apa yang mesti dibenahi agar industri pariwisata Indonesia lebih menarik?

Berapa juta orang yang berkunjung ke Malaysia selama 2025?

Jumlah kunjungan pengunjung asing ke Malaysia pada Januari-Agustus 2025 sekitar 28 juta kunjungan. Angka itu melonjak menjadi sekitar 38,3 juta kunjungan hingga November 2025 berdasarkan data Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia seperti dikutip pada Rabu (14/1/2025) siang. Sebanyak 3,8 juta kunjungan di antaranya pengunjung berpaspor Indonesia.

Dari 38,3 juta kunjungan ke Malaysia, sekitar 24 juta di antaranya adalah kunjungan turis dan 14,2 juta kunjungan pengunjung yang hanya singgah tanpa menginap.

Dengan capaian itu, Malaysia kini menjadi negara yang paling banyak dikunjungi pengunjung asing di ASEAN. Malaysia mengalahkan Thailand dua tahun berturut-turut dalam hal kemampuan menarik pengunjung asing dan jauh meninggalkan Indonesia.

Sebagai perbandingan, kunjungan pengunjung asing yang datang ke Thailand pada periode 1 Januari-9 November 2025, menurut data Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, adalah 27,59 juta kunjungan. Angka ini turun 7,14 persen dibandingkan pada tahun 2024 dalam periode yang sama.

Data terbaru seperti dikutip dari e.vnexpress.net edisi 11 Januari 2026, pengunjung asing ke Thailand sepanjang 2025 mencapai 32,9 juta kunjungan. Tetap minus lebih dari 5 juta kunjungan dari Malaysia.

Berapa jumlah pengunjung asing ke Indonesia pada 2025?

Bagaimana dengan jumlah kunjungan asing ke Indonesia? Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pergerakan wisatawan asing ke Indonesia sepanjang Januari-November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan. Angka itu tumbuh 10,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Pemerintah berharap, target kunjungan wisatawan asing pada 2025 sebanyak 15 juta kunjungan bisa tercapai.

Kalau dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand, jumlah kunjungan asing ke Indonesia tidak sampai setengahnya. Boleh dikata Indonesia tertinggal jauh dari dua negeri jiran itu.

Untungnya, wisatawan domestik tembus hingga 1,09 miliar pada Januari-November 2025. Pergerakannya tumbuh 18,95 persen dibandingkan periode sama pada 2024. Meski begitu, daya beli yang belum pulih dan harga tiket pesawat yang mahal menjadi penghalang bagi wisatawan domestik untuk melakukan perjalanan.

Baca JugaMalaysia Jadi Primadona Baru ASEAN, Peta Pergerakan Turis Asing Bergeser
Mengapa Malaysia bisa menarik banyak pengunjung asing?

Salah satu kunci keberhasilan Malaysia menarik banyak pengunjung asing, menurut Sinar Daily, adalah negeri jiran itu mampu menerapkan relaksasi campuran untuk visa, memperbarui infrastruktur, serta membuat promosi yang lebih tepat sasaran. Pemerintah juga proaktif menarik para pengunjung dari pasar-pasar utama.

Dengan kekuatan itu, industri pariwisata Malaysia makin percaya diri menatap tahun 2026. Badan Promosi Pariwisata Malaysia menargetkan 43 juta pengunjung internasional selama 2026. Dari jumlah itu, Malaysia menargetkan 4,6 juta wisatawan dari Indonesia. Target itu diharapkan dapat dicapai seiring dengan berbagai langkah Malaysia memperkuat sektor pariwisata sebagai kunci penggerak pertumbuhan ekonomi negara.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di tengah persaingan tajam antarnegara anggota ASEAN untuk menarik pengunjung asing, industri pariwisata di Indonesia masih berkutat pada persoalan lama.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budi Ardiansjah mengemukakan, sejauh ini belum ada pembenahan signifikan pada destinasi-destinasi wisata Indonesia. Akses menuju destinasi tertentu pun masih minim.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Haryadi, Selasa (2/12/2025), menilai, sejumlah regulasi dalam negeri sering kali menjadi faktor penghambat industri pariwisata. Hal ini sangat berkaitan dengan competitiveness atau daya saing wisata.

Menurut Haryadi, terdapat empat hal yang menjadi penghambat. Pertama, monopoli bahan bakar. Kesempatan bahan bakar swasta dibuka, tetapi penempatannya diatur di bandara-bandara yang sepi penerbangan.

Kedua, pajak, mulai dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari ESDM. Ketiga, biaya tambahan onderdil pesawat yang masuk ke Indonesia.

Keempat, tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (passengers service charge) di bandara yang ditanggung penumpang. Ini banyak dikeluhkan karena paling mahal di regional.

Selain itu, masih ada persoalan keamanan dan keselamatan. Salah satunya terkait tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah yang membawa Martin Carreras Fernando, pelatih sepak bola putri klub Valencia, Spanyol, dan keluarganya di perairan destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo, NTT.

Peristiwa itu menambah panjang peristiwa serupa di perairan itu. Dari data yang dihimpun Kompas, sepanjang Januari-Juli 2024 setidaknya telah terjadi tujuh kecelakaan kapal di perairan tersebut. Penyebabnya beragam, mulai dari kebakaran, kapal bocor, hingga cuaca buruk.

Bagaimanapun retetan peristiwa berimbas pada citra pariwisata Indonesia. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asita NTT Oyan Kristian, Selasa (30/12/2025), mengatakan, wisatawan mempertanyakan keamanan dan kelayakan pelayaran di perairan Labuan Bajo.

Baca JugaKetika Dunia Memandang Indonesia, Citra Pariwisata Dipertaruhkan
Berapa target wisatawan asing ke Indonesia pada 2026?

Pada 2026, pemerintah menargetkan 16 juta-17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Target ini lebih tinggi dari pergerakan wisman ke Indonesia yang diperkirakan mencapai 22 miliar-24,7 miliar dolar AS dengan kontribusi terhadap PDB yang terkerek naik menjadi 4,5-4,7 persen.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sesuai dengan hasil rapat koordinasi nasional atau rakornas kepariwisataan tahun 2026 pada Senin (12/1/2026).

Rapat dipimpin Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dan Wakil Menteri Perhubungan Suntana.

Apa yang mesti dibenahi agar industri pariwisata Indonesia lebih menarik?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, akselerasi dan konektivitas antarbandara yang mulai dibuka perlu didorong, ditambah dengan program yang harus dilakukan bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Masalah keselamatan itu juga penting dan jadi catatan pada 2026.

Terkait wisatawan domestik, lanjut Airlangga, pemerintah akan mempersiapkan program yang dilaksanakan menjelang hari raya Lebaran. Beberapa di antaranya insentif tiket transportasi dan program belanja yang sudah pernah diterapkan pada periode berlibur sebelumnya.

Corporate Secretary & Investor Relation Panorama Group AB Sadewa mengatakan, perlu dipikirkan bagaimana caranya menarik kunjungan wisatawan asing ke Malaysia untuk juga liburan atau menggelar pertemuan di Indonesia.

Selain itu, pemangku kepentingan lain perlu terlibat dengan menambah frekuensi penerbangan dan memberi harga kompetitif bagi maskapai penerbangan untuk mendarat, mengisi avtur, dan parkir pesawat di bandara-bandara Indonesia. Dengan adanya penerbangan, operator tur perjalanan, hotel, dan transportasi lokal mampu memberikan penawaran secara ideal.

Beragam pameran dan ajang internasional lain juga perlu aktif diikuti karena transaksi besar masih disumbang sisi business to business.

Sekjen Asita Budi Ardiansjah berharap usaha-usaha pemerintah untuk mempromosikan pariwisata bisa terus dilakukan. Dengan begitu, setidaknya kunjungan wisman dapat tercapai sesuai target. Pemerintah juga perlu membuat gebrakan yang bisa mendongkrak mobilitas wisatawan dalam negeri.

Ketua Umum Asita Nunung Rusmiati mengatakan, pendekatan dengan mitra asing harus terus dijajaki untuk menambah wisman masuk ke Indonesia. Asita tengah mengusahakan penerbangan internasional ke Indonesia, baik reguler maupun carter. Bagaimanapun prospek wisman masih menjanjikan.

Baca JugaIndustri Wisata Domestik Siapkan Program dan Perkuat Konektivitas Penerbangan Internasional

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Viral Dugaan Gas Beracun di Tambang Antam Nanggung, Kapolsek Buka Suara
• 1 jam lalueranasional.com
thumb
John Herdman Buka Peluang Naturalisasi Baru untuk Timnas Indonesia
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Lewat Sebuah Surat, Anak Riza Chalid Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Jalan Rasuna Said Resmi Dimulai Pemprov DKI
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Gibran Berkunjung ke Wamena, Polisi Siagakan 453 Personel untuk Pengamanan
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.