Google Bantah Tuduhan Miring di Kasus Chromebook, Arief Rasyad: Mereka Gak Ada Main Mata Sama Nadiem

fajar.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Influencer, Arief Rasyad, bicara terkait klarifikasi Google menyusul polemik pengadaan Chromebook yang menyeret nama mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, yang kini tengah menghadapi proses hukum.

Dikatakan Arief, Google telah memberikan penjelasan resmi untuk meluruskan berbagai tudingan yang beredar di ruang publik.

Ia menegaskan bahwa perusahaan teknologi raksasa itu membantah adanya praktik main mata dengan Nadiem dalam proyek pengadaan Chromebook.

“Google baru aja klarifikasi soal tuduhan miring di kasus Chromebook. Intinya, mereka bilang nggak ada main mata sama Nadiem Makarim,” ujar Arief di X @ariefrasyad (14/1/2026).

Ia menjelaskan, peran Google dalam program tersebut sebatas penyediaan sistem operasi, bukan sebagai pemasok perangkat laptop.

Dengan demikian, Google tidak terlibat dalam pengadaan unit Chromebook yang dipersoalkan.

“Google cuma sediain sistem operasinya aja, bukan unit laptopnya,” lanjutnya.

Arief juga menyinggung isu lain yang kerap dikaitkan dengan Nadiem, yakni investasi Google di GoTo.

Menurutnya, hal tersebut merupakan cerita lama yang terjadi jauh sebelum Nadiem masuk ke dalam kabinet pemerintahan.

“Terus soal investasi di GoTo, itu mah udah cerita lama sebelum Nadiem masuk kabinet,” tukasnya.

Selain itu, Google juga disebut memberikan jaminan terkait fungsi Chromebook dalam dunia pendidikan.

Arief bilang, perangkat tersebut tetap dapat digunakan untuk kegiatan belajar meskipun tanpa koneksi internet.

“Google juga ngejamin kalau laptop ini tetap oke buat belajar meski nggak ada internet,” tandasnya.

Sebelumnya, Google Indonesia akhirnya memberikan penjelasan resmi menyusul mencuatnya dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Perkara ini menyeret nama mantan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, dan menjadi perhatian luas publik.

Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan pada Minggu (11/1/2026), Google Indonesia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah terlibat dalam praktik pemberian janji, penawaran, maupun imbalan kepada pejabat Kemendikbudristek terkait kebijakan penggunaan Chromebook dalam program pengadaan perangkat pendidikan.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut menekankan bahwa keterlibatan mereka semata-mata berada pada ranah penyediaan sistem operasi dan layanan pendukung.

Google menegaskan tidak berperan sebagai pemasok atau penjual perangkat keras dalam program tersebut.

“Kami tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau memberikan imbalan kepada pejabat Kementerian Pendidikan sebagai imbal balik atas keputusan mereka untuk mengadopsi produk-produk Google,” tulis Google dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Google menjelaskan bahwa mereka tidak memproduksi maupun menjual unit Chromebook secara langsung, termasuk kepada pemerintah Indonesia.

Proses pengadaan perangkat keras sepenuhnya dilakukan oleh produsen peralatan asli atau Original Equipment Manufacturers (OEM) yang berdiri secara independen, bekerja sama dengan mitra lokal di dalam negeri.

Adapun peran Google, kata mereka, terbatas pada pengembangan serta pemberian lisensi sistem operasi ChromeOS, termasuk penyediaan perangkat lunak untuk pengelolaan perangkat yang digunakan oleh institusi pendidikan.

Dengan skema tersebut, Google menilai tidak memiliki kendali atas proses tender maupun distribusi fisik perangkat Chromebook di Indonesia.

“Ekosistem ini memastikan bahwa Kementerian Pendidikan menjaga kendali penuh dan transparansi atas pengadaan perangkat keras yang kompetitif dari pemasok lokal,” jelas Google.

Pernyataan tersebut disampaikan Google Indonesia sebagai respons atas berbagai spekulasi yang berkembang di tengah proses hukum yang sedang berjalan terkait pengadaan Chromebook di sektor pendidikan nasional.

(Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Deretan Mantan Pasangan Denada yang Disorot usai Viral Gugatan Anak Kandung
• 7 jam laluinsertlive.com
thumb
Menlu Sugiono: Indonesia Siap Jalankan Mandat Kepemimpinan Global
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jonas Vingegaard Debut di Giro d’Italia 2026, Bidik Gelar Ganda di WorldTour
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Zodiak yang Paling Trauma Soal Cinta: Libra Terluka, Virgo Terjebak Penyesalan
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Chelsea vs Arsenal: Mikel Arteta Optimistis Kalahkan The Blues di Carabao Cup
• 55 menit lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.