Tren Snackperience Meningkat, Taro Pokemon Gebrak CFD Jakarta Lewat Aksi Brewek Massal

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Industri makanan ringan di Indonesia tengah mengalami pergeseran tren seiring dengan perkembangan pesat media sosial. Saat ini, konsumen tidak lagi hanya mencari rasa saat memakannya, tetapi juga memburu pengalaman unik atau snackperience. 

Berdasarkan tren pasar terkini, kolaborasi antara merek legendaris dengan Intellectual Property (IP) populer menjadi daya tarik utama, terutama bagi generasi milenial dan gen z yang mencari sisi nostalgia sekaligus kolektibilitas dalam setiap kemasan produk.

BACA JUGA: Ratusan Bocah Ramaikan Taro Junior Dash 2025, Seru Banget

Fenomena ini terlihat jelas di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (11/1). Ratusan pengunjung memadati area Gapura Gelora Bung Karno untuk menyaksikan peluncuran kolaborasi strategis antara camilan legendaris, Taro, dengan ikon pop kultur dunia, Pokemon.

"Pemilihan Pokemon didasari oleh kekuatan karakter tersebut yang mampu menembus batas usia," kata Senior Brand Manager Taro FKS Food Sejahtera, Dwiki Akbar Sukmadi Candra dalam keterangannya dikutip Rabu (14/1).

BACA JUGA: Hadir di Indonesia Games Expo 2025, Taro Pokemon Tawarkan Koleksi Stiker Eksklusif

Mengusung tema “Brewek Taronya, Tangkap Pokemonnya”, acara ini memperkenalkan istilah "Brewek"sebuah istilah yang populer di komunitas gim untuk aktivitas membuka kemasan (unboxing). Puncak acara ditandai dengan pembukaan kemasan Taro raksasa di panggung utama, yang diikuti dengan pembagian ratusan bungkus camilan kepada peserta CFD.

Tidak hanya sekadar mencicipi produk, pengunjung antusias berburu 16 stiker karakter Pokemon edisi spesial yang tersebar secara acak di dalam kemasan. Hal ini sejalan dengan tren collectible items yang sedang digandrungi masyarakat Indonesia.

BACA JUGA: Camilan Korea Gemoy Coin Rilis Varian Baru Pandan dan Taro

"Kami melihat Pokemon sebagai IP yang juga legendaris, sama seperti Taro yang sudah 40 tahun hadir di Indonesia. Kolaborasi lintas generasi menjadi fondasi utama kami," ujar Dwiki.

Ia menambahkan, CFD dipilih sebagai lokasi grand launching karena menjadi titik temu berbagai komunitas dan keluarga, memungkinkan terjadinya interaksi langsung (activity-based campaign) yang tidak bisa didapatkan melalui iklan televisi atau digital semata.

Kesuksesan di Jakarta rencananya akan dibawa ke kota-kota besar lainnya di Indonesia. Taro menargetkan perluasan aktivasi ke Surabaya, Bandung dan Medan dalam tahap penjajakan. 

Selain sisi kolektibilitas, Taro juga memperkenalkan inovasi rasa baru yang kontras. Ada Taro Net Jalapeno yang membawa nuansa petualangan rasa dunia (world adventure), serta Taro Tempe Sambal Matah yang menonjolkan kekayaan cita rasa lokal Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, industri makanan ringan menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya berhenti pada formula rasa, tetapi juga pada bagaimana sebuah produk mampu membangun kedekatan emosional dengan konsumennya melalui pengalaman bermain dan bertualang bersama keluarga. (esy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nova Eliza Belajar Baca Tarot demi Perannya di Mama: Pesan Dari Neraka


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ngenes Banget, Farel Prayoga Dapat Ancaman dari Ibu Tiri padahal Bantu Nafkahi Keluarga
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Barca dan Mes Que un Club
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Gunungan Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Kramat Jati Rampung Diangkut
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Kisah Bocah Cibarusah Tempuh Jarak 29 Km untuk Sembuh dari Kelumpuhan
• 4 jam laludetik.com
thumb
Banyak Fasilitas Umum Masih Tertutup Lumpur, Tito Sebut Satgas Konsentrasi Pembersihan di Dataran Rendah
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.