Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan karakter bangsa.
Hal tersebut disampaikannya dalam Perayaan Natal Oikumene yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bersama Kementerian PPPA di Gedung Kementerian PPPA, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurut Arifah, keluarga menjadi ruang pertama dan terpenting bagi anak-anak dalam mengenal nilai-nilai kehidupan, mulai dari kasih sayang, moral, hingga kebersamaan. Karena itu, penguatan keluarga dinilai sangat strategis dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
"Tema Natal tahun ini, Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga, sangat relevan karena mengingatkan kita bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan karakter bangsa. Di dalam keluarga, anak-anak pertama kali belajar tentang kasih, nilai moral, dan kebersamaan," ujar Arifah, dikutip dari YouTube Kemenko Polkam, Rabu, 14 Januari 2026.
Kemudian ia menambahkan, keluarga yang harmonis dan penuh kasih akan menciptakan lingkungan yang memungkinkan setiap anggota keluarga tumbuh dan berkembang secara optimal. Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian PPPA dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta perlindungan perempuan dan anak.
Lebih lanjut,nArifah juga mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Natal sebagai refleksi bersama untuk memperkuat komitmen menjaga keluarga dari berbagai tantangan, seperti kekerasan, diskriminasi, dan ketidakadilan. Menurutnya, menciptakan keluarga yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan penuh kasih. Keluarga yang berkualitas dan berketahanan akan mampu berkontribusi dalam membangun bangsa yang ramah perempuan dan anak," ucapnya.
Selain itu, Arifah menekankan bahwa penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Melalui keluarga yang kuat, perempuan dapat berdaya dan anak-anak terlindungi, sehingga menjadi modal sosial yang kokoh bagi pembangunan bangsa ke depan.
Perayaan Natal Oikumene ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Djamari Chaniago, jajaran pejabat Kemenko Polkam dan Kementerian PPPA, serta umat Kristiani, termasuk perwakilan GKPI Sibalanga, Tapanuli Utara, yang hadir melalui daring.
Editor: Redaksi TVRINews




