Setop Impor Solar, ESDM Minta Shell, BP, hingga Vivo Beli dari Pertamina

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta kepada badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, seperti Shell, bp, dan Vivo, untuk negosiasi dengan Pertamina dalam rangka pembelian produk solar dalam negeri.

“Kami bulan Desember kemarin sudah mengirimkan surat ke seluruh badan usaha untuk melakukan proses negosiasi dengan Pertamina,” ucap Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 14 Januari 2026.

Laode meminta kepada Shell, bp, dan Vivo untuk segera melakukan negosiasi dengan Pertamina. Sebab pemerintah tidak akan memperpanjang tambahan kuota impor untuk produk solar CN48 mulai Maret 2026.

Para pengelola SPBU swasta nantinya akan turut menyerap produksi solar dari Kilang Balikpapan yang baru selesai direvitalisasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mereka.

“Maret nanti kami sudah tidak bisa memperpanjang untuk tambahan kuota solar. Jadi dari produksi RDMP (Balikpapan) itu semua nanti diserap untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” kata Laode.
 

Baca Juga :

Penerapan B40 Tahun Ini, Airlangga Sebut B50 Masih Dikaji



(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

Setop impor solar mulai 2026

Diwartakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, akan menyetop impor solar untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta pada 2026.

Apabila masih terdapat kargo-kargo solar yang masuk ke Indonesia ada bulan Januari atau Februari, lanjutnya, maka solar tersebut merupakan sisa impor 2025.

“Tetapi tahun ini, Kementerian ESDM atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, karena kita punya kilang sudah ada, kita tidak lagi mengeluarkan impor,” ujar dia.

Kilang yang dimaksud adalah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur. RDMP Kilang Balikpapan memungkinkan kilang tersebut mengelola hingga 360 ribu barel per hari. Kapasitas itu setara dengan 22–25 persen atau seperempat dari kebutuhan nasional.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun, dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp514 triliun.

Ketika disinggung soal SPBU swasta yang akan membeli solar dari Pertamina, Bahlil pun mengiyakan.

“Iya dong (beli solar di Pertamina). Saya ke depan itu bermimpi, nanti sebentar saya akan lapor ke Presiden, bahwa RON 92, RON 95, RON 98 itu harus diproduksi di dalam negeri,” kata Bahlil.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi: 2 Bocah Begal Payudara Anak di Bawah Umur Sering Nonton Porno
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
IHSG Dibuka Menguat di Tengah Perhatian Investor pada Suku Bunga AS
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bank Sentral Global Kompak Bela Jerome Powell Usai Ancaman Pidana dari Trump
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Jangan anggap sepele, ini dampak telat bayar Shopee PayLater
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Ekonomi Domestik Mulai Bergeliat Pada Tahun 2026, Reksa Dana Dinilai Masih Miliki Ketertarikan Bagi Investor
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.