Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah pelambatan ekonomi global yang dipicu oleh meningkatnya penggunaan kebijakan ekonomi sebagai instrumen kekuatan geopolitik. Menurutnya, Indonesia mampu bertahan karena memiliki struktur ekonomi yang relatif stabil dan adaptif menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Dia merasa batas antara ekonomi dan keamanan saat ini semakin kabur, dengan perdagangan, investasi, dan teknologi, kerap dijadikan alat persaingan antarnegara.
Sugiono menyebut kondisi tersebut berkontribusi terhadap perlambatan ekonomi global, sekaligus menimbulkan tekanan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, dia menegaskan Indonesia tidak berada dalam posisi rapuh di tengah situasi tersebut.
"Dalam kenyataan baru ini, kekuatan ekonomi suatu negara tidak lagi semata diukur dari angka pertumbuhannya, namun juga dari kemampuannya untuk bertahan dan beradaptasi," ujar Sugiono.



