Aksi Heroik Kopassus Serma Edi, Menantang Maut demi Selamatkan Pasukan Negara Sahabat di Udara

rctiplus.com
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Pasukan elite Kopassus, Serma Edi Sutono, menunjukkan aksi heroik luar biasa saat latihan bersama negara sahabat. Ia nekat mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan rekan pasukan khusus negara sahabat. 

Insiden bermula ketika Serma Edi melakukan penerjunan tandem bersama Sgt. Sabado, anggota Special Operations Command (SOCOM) Filipina, melansir laman media sosial Penkopassus, Rabu (14/1/2026). Pada ketinggian 5.000 hingga 4.500 kaki, keduanya masih berada dalam posisi stabil. Namun situasi berubah drastis saat memasuki ketinggian sekitar 3.000 kaki.

Serma Edi menyadari rekannya mengalami blackout atau kehilangan kesadaran di udara. Tanpa ragu dan mengabaikan keselamatan dirinya sendiri, Serma Edi langsung melakukan pengejaran di udara (mid-air chase) untuk mendekati Sgt. Sabado.

Dengan waktu yang sangat terbatas dan kecepatan jatuh yang tinggi, Serma Edi berhasil menjangkau rekannya dan menarik payung utama Sgt. Sabado hingga mengembang sempurna dan menyelamatkan nyawa prajurit negara sahabat tersebut.

Situasi menegangkan tak berhenti di situ. Aksi penyelamatan itu justru membuat Serma Edi kehilangan ketinggian aman untuk membuka parasutnya sendiri. Saat mencoba mengembangkan payung utama, parasut tidak mengembang sempurna. 

Dalam kondisi darurat, ia menarik payung cadangan, tetapi tetap menghantam pepohonan sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Namun, nyawa rekannya berhasil diselamatkan. 

Atas keberaniannya itu, Panglima Kopassus Letjen Djon Afriandi menganugerahkan Sangkur Perak, penghargaan tertinggi di lingkungan Kopassus.

Penghargaan tersebut diberikan atas aksi heroik Serma Edi saat pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) DOLPHIN XVI, dalam penerjunan free fall dari ketinggian 10.000 kaki.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dituding Tak Membantu Aurelie Moeremans, Kak Seto Beri Klarifikasi
• 18 jam lalucumicumi.com
thumb
Gaji Pokok Nol Rupiah, Hakim Ad Hoc Curhat Pilu: Meninggal Dunia Pun Harus Urunan
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Ancaman Mata Kering SePeLe di Balik Layar Laptop Mengintai Pekerja Remote, INSTO Dry Eyes Solusinya
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Setop Impor Solar, ESDM Minta Shell, BP, hingga Vivo Beli dari Pertamina
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dorong Indonesia Emas, Wamendagri Soroti Peran Strategis Desa
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.