SPPG Pandeglang Buka Suara soal MBG Dikemas Plastik

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang, Banten, tengah menjadi sorotan tajam warganet. Sebuah video amatir memperlihatkan menu makanan untuk balita dan ibu hamil disajikan secara tidak layak, hanya dibungkus kantong plastik tanpa alas.

Dalam video yang direkam pada Rabu 8 Januari 2026 di Desa Pasir Kadu, Kecamatan Sukaresmi tersebut, terlihat menu bubur dicampur aduk dengan lauk ayam dan buah dalam satu kantong plastik bening.

Perekam video terdengar meluapkan kekecewaannya dan membandingkan sajian tersebut dengan makanan hewan.

"Hari ini tanggal 8 Januari 2026, ini untuk MBG. Bantu viralin nih di Desa Pasir Kadu... Bubur enggak tahu apa ginian, kayak buat kucing. Nih Pak Prabowo, (lihat) ini nih," keluh warga dalam video tersebut.
  Baca juga:
Pemerintah Siapkan Rp335 Triliun untuk MBG dari APBN 2026
Klarifikasi Kepala SPPG

Menanggapi kegaduhan tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, angkat bicara. Ia membantah bahwa standar penyajian dari pihaknya menggunakan kantong plastik.

Dimas menegaskan bahwa distribusi makanan dari SPPG sebenarnya sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN), yakni menggunakan wadah tertutup atau ompreng yang higienis.

"SPPG Karyasari ini sudah memenuhi standar yang dianjurkan oleh BGN. Kita menggunakan ompreng dan disanitasi. Pendistribusian datang itu langsung ke Ibu Kader (Posyandu)," jelas Dimas.

Menurut investigasi internal, insiden pembungkusan dengan plastik tersebut terjadi di tingkat penyaluran akhir. Seorang kader Posyandu diduga secara spontan memindahkan makanan dari wadah asli ke kantong plastik tanpa sepengetahuan pihak SPPG.

"Setelah pendistribusian datang ke Ibu Kader, itu langsung Ibu Kader menyerahkannya kepada penerima manfaat diberikan pakai plastik. Itu pun tanpa sepengetahuan saya sebagai Kepala SPPG," tambahnya.

Dimas menyayangkan kejadian ini dan telah melakukan klarifikasi dengan kader yang bersangkutan. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengedukasi para kader di lapangan agar makanan tetap dikonsumsi di tempat atau menggunakan wadah yang layak (food grade) demi menjaga kualitas gizi dan kebersihan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jaksa Agung Minta Program Kejaksaan 2026 Selaras Asta Cita Presiden
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Cek TKP: Pungli Pak Ogah di Exit Tol Rawa Buaya, Jakarta Barat
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Dampak bahaya child grooming terhadap tumbuh kembang anak
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Harga Kakao Dunia Turun, Produsen Tetap Tertekan Permintaan Lesu
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Menkeu Purbaya Optimalkan Tiga Mesin Ekonomi
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.