REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL - Sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan pelajar SMK Al Bustomi Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami kecelakaan tunggal di Jalur Paliyan–Playen, tepatnya di kawasan Kehutanan Cangkring, Kabupaten Gunungkidul, Senin (12/1/2026). Beruntungnya tak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini.
Bus diketahui membawa sekitar 50 orang. Insiden tersebut terjadi saat bus bertolak dari kawasan wisata Pantai Drini menuju Goa Pindul. Ketika hendak melintasi tikungan tajam ke kiri, bus berpapasan dengan iring-iringan bus kecil dari arah berlawanan. Kondisi jalan yang sempit, bergelombang, serta minim ruang manuver membuat sopir kesulitan mengendalikan kendaraan, akhirnya membuat bus terperosok ke bahu jalan usai menghindari kendaraan dari arah berlawanan.
Bus pariwisata yang membawa rombongan pelajar SMK Al Bustomi Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami kecelakaan tunggal di Jalur Paliyan–Playen, tepatnya di kawasan Kehutanan Cangkring, Kabupaten Gunungkidul, Senin (12/1/2026). - (Istimewa)
.rec-desc {padding: 7px !important;} Sopir bus, Edi Purwanto, menjelaskan bahwa ia mengemudikan kendaraan dengan kecepatan rendah. Namun, saat kendaraan di depan mendadak mengerem dan terjadi senggolan ringan, membuatnya refleks membanting setir ke kiri untuk menghindari benturan yang lebih parah. "Tadi jalannya pelan-pelan menghindari tikungan. Yang di depan ngerem, kami (berusaha) menghindar, (tetapi karena kondisi jalan yang sempit -Red) akhirnya terperosok (ke bahu jalan)," katanya, Senin. Kondisi bahu jalan yang lembek akibat hujan beberapa hari terakhir membuat ban depan bus langsung terbenam lumpur. Bus kemudian berhenti setelah menyenggol pepohonan di sisi jalan, dengan posisi kendaraan miring. Meski demikian, Edi memastikan semua penumpang yang dibawanya dalam kondisi aman. Tak ada yang mengalami luka-luka. Sementara kondisi bus, pada badan bus mengalami lecet dan kerusakan ringan. "Alhamdulillah sehat semua, tidak ada luka-luka, tidak ada korban. Ini bus mau diderek," ungkapnya. Seluruh penumpang juga dievakuasi dan dipindahkan ke bus cadangan dalam rombongan yang sama untuk melanjutkan perjalanan.