Jakarta (ANTARA) - Warga RW 01 Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat, meminta pemerintah daerah menambah kapasitas rumah pompa untuk mengoptimalkan penanganan banjir di lingkungannya.
"Ada solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah banjir di RW 01 Rawa Buaya. Salah satunya, rumah pompa dengan kapasitas yang lebih besar serta normalisasi sejumlah saluran air," ujar Ketua RW 01 Rawa Buaya, M. Sahri, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Sahri menyebut, pihaknya telah mengusulkan penambahan kapasitas pompa tersebut kepada Pemda DKI. "Mudah-mudahan, realisasi pembangunannya bisa tahun ini," kata dia.
Adapun rumah pompa yang ada di wilayah RW 01 itu berkapasitas 1.600 meter kubik, ditambah dengan pompa portabel dengan kapasitas 250 meter kubik.
Selain penambahan kapasitas rumah pompa, pihaknya juga mengusulkan pembangunan embung.
"Kalau kata pemerintah, membuat embung atau waduk minimal luasnya 5.000 meter persegi. Sedangkan, lahan direncanakan membuat embung hanya sekira 1.500 meter persegi di RT 04 RW 01. Itu lahan aset Pemda DKI Jakarta, di luar itu mungkin bisa dilakukan pembebasan lahan warga sekira 1000 meter persegi," jelasnya.
Baca juga: Dampak banjir, 542 warga Jakbar masih mengungsi
Banjir yang melanda permukiman warga RW 01 pada Senin (12/1), kata dia, diakibatkan meluapnya sejumlah saluran air serta tingginya permukaan air Kali Mookevart.
"Banjir di sini hulunya dari Duri Kosambi dan Semanan, masuk ke wilayah RW 01. Biar meminimalisir banjir, kami bersama teman-teman SDA menutup saluran air yang kondisi eksistingnya bisa langsung ke Kali Mookevart. Jadi aliran dari depan SPBU Shell itu masuk ke Jalan Haji Wahab, tanah merah hingga menuju Kali Mookevart," kata dia,
Wakil Camat Cengkareng, Suhardin membenarkan adanya permintaan warga RW 01 Kelurahan Rawa Buaya terkait penambahan kapasitas pompa.
"Kemarin, saat kunjungan bu wali kota bersama kepala sudis sumber daya air, berbicara rencana mau dibangun rumah pompa stationer dengan kapasitas yang lebih besar," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari mengatakan bahwa pihaknya merencanakan penambahan kapasitas rumah pompa di lingkungan RW 01 Kelurahan Rawa Buaya.
"Ya, masih dalam tahap perencanaan," ujarnya.
Baca juga: Pemkot evaluasi masalah banjir di wilayah Jakarta Barat
Baca juga: Wali Kota Jakbar pastikan alat penanganan banjir berfungsi baik
"Ada solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah banjir di RW 01 Rawa Buaya. Salah satunya, rumah pompa dengan kapasitas yang lebih besar serta normalisasi sejumlah saluran air," ujar Ketua RW 01 Rawa Buaya, M. Sahri, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Sahri menyebut, pihaknya telah mengusulkan penambahan kapasitas pompa tersebut kepada Pemda DKI. "Mudah-mudahan, realisasi pembangunannya bisa tahun ini," kata dia.
Adapun rumah pompa yang ada di wilayah RW 01 itu berkapasitas 1.600 meter kubik, ditambah dengan pompa portabel dengan kapasitas 250 meter kubik.
Selain penambahan kapasitas rumah pompa, pihaknya juga mengusulkan pembangunan embung.
"Kalau kata pemerintah, membuat embung atau waduk minimal luasnya 5.000 meter persegi. Sedangkan, lahan direncanakan membuat embung hanya sekira 1.500 meter persegi di RT 04 RW 01. Itu lahan aset Pemda DKI Jakarta, di luar itu mungkin bisa dilakukan pembebasan lahan warga sekira 1000 meter persegi," jelasnya.
Baca juga: Dampak banjir, 542 warga Jakbar masih mengungsi
Banjir yang melanda permukiman warga RW 01 pada Senin (12/1), kata dia, diakibatkan meluapnya sejumlah saluran air serta tingginya permukaan air Kali Mookevart.
"Banjir di sini hulunya dari Duri Kosambi dan Semanan, masuk ke wilayah RW 01. Biar meminimalisir banjir, kami bersama teman-teman SDA menutup saluran air yang kondisi eksistingnya bisa langsung ke Kali Mookevart. Jadi aliran dari depan SPBU Shell itu masuk ke Jalan Haji Wahab, tanah merah hingga menuju Kali Mookevart," kata dia,
Wakil Camat Cengkareng, Suhardin membenarkan adanya permintaan warga RW 01 Kelurahan Rawa Buaya terkait penambahan kapasitas pompa.
"Kemarin, saat kunjungan bu wali kota bersama kepala sudis sumber daya air, berbicara rencana mau dibangun rumah pompa stationer dengan kapasitas yang lebih besar," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari mengatakan bahwa pihaknya merencanakan penambahan kapasitas rumah pompa di lingkungan RW 01 Kelurahan Rawa Buaya.
"Ya, masih dalam tahap perencanaan," ujarnya.
Baca juga: Pemkot evaluasi masalah banjir di wilayah Jakarta Barat
Baca juga: Wali Kota Jakbar pastikan alat penanganan banjir berfungsi baik





