Survei terhadap siswa MA melibatkan 1.218 responden dari 34 provinsi secara cluster random sampling dengan metode wawancara tatap muka (margin of error 2,8%). Sementara survei untuk siswa lintas agama dilakukan melalui kuesioner terhadap 1.276 responden (margin of error 5% tiap agama).
Indeks ini disusun berdasarkan lima dimensi teori Glock dan Stark: ideologis, ritual, eksperiensial (pengalaman), intelektual, dan konsekuensial (perilaku). Rincian Hasil Indeks Keberagamaan Siswa: Siswa Madrasah Aliyah (MA): Skor nasional 90,02 (Sangat Tinggi)
- Dimensi Tertinggi: Ideologis (94,15)
- Dimensi Terendah: Ritualistik (86,57)
- Dimensi Tertinggi: Ideologis (91,03)
- Dimensi Terendah: Ritualistik (78,95)
- Dimensi Tertinggi: Ideologis (92,70) & Pengalaman Spiritual (92,03)
- Dimensi Terendah: Ritualistik (83,99)
- Dimensi Tertinggi: Perilaku (88,07)
- Dimensi Terendah: Ritualistik (75,22)
- Dimensi Tertinggi: Perilaku (84,44)
- Dimensi Terendah: Ritualistik (70,14)
"IKS menjadi tolok ukur untuk menilai keberhasilan upaya pendidikan, khususnya pendidikan agama," ujar Rohmat dikutip dari laman Kemenag, Rabu, 14 Januari 2026.
Baca Juga :
Penerimaan Peserta Didik Baru Madrasah TA 2026/2027 Dibuka, Simak Jadwalnya!Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




