Reformasi Besar-Besaran BUMN Dimulai 2026, Danantara Soroti Potensi Pemulihan Ekonomi

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengumumkan bahwa agenda reformasi besar-besaran terhadap perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dimulai pada tahun 2026.

BUMN Strategis Jadi Prioritas Reformasi

Danantara menilai bahwa PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berada di posisi yang tepat untuk mengalami pemulihan pendapatan.

Pemulihan ini didorong oleh biaya dana yang semakin menurun serta pertumbuhan pinjaman yang mulai membaik.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dinilai memiliki kesiapan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui optimalisasi aset, sebagaimana disebutkan dalam dokumen Danantara Economic Outlook 2026.

Danantara menyebut telah memperoleh kredibilitas pasar atas pemulihan yang sedang berlangsung di sejumlah BUMN seperti PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan PT Timah Tbk (TINS).

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa total aset seluruh BUMN secara kolektif mencakup lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Indonesia.

Danantara menilai bahwa perbaikan operasional BUMN akan memiliki dampak luas terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

Peran Vital BUMN dan Rencana Penyusutan Jumlah Entitas

BUMN dinilai sangat terkait dengan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari, mulai dari listrik oleh PT PLN, bahan bakar oleh PT Pertamina, perjalanan udara melalui Garuda Indonesia, hingga tabungan masyarakat yang disimpan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara eksplisit telah menetapkan target untuk memangkas jumlah BUMN dari lebih dari 1.000 menjadi sekitar 200 perusahaan.

Danantara menjelaskan bahwa pengurangan jumlah BUMN ini merupakan program jangka panjang dan bukan merupakan langkah korporasi yang hanya berlangsung satu tahun.

"Bagi pasar publik, jumlah entitas yang lebih sedikit dapat berarti lebih sedikit konflik mandat dan keputusan bisnis yang lebih konsisten, yang pada akhirnya akan menghasilkan pengembalian yang lebih besar bagi pemegang saham dalam bentuk dividen", ungkap Danantara dalam laporan tersebut.

Danantara menargetkan agar BUMN dapat berkembang menjadi entitas yang lebih tangguh dan mampu menghadapi siklus ekonomi makro seperti fluktuasi harga komoditas dan volatilitas pasar keuangan global yang dapat memengaruhi keputusan pembiayaan.

"Pasar telah merespons secara positif terhadap pemulihan beberapa BUMN, sebagaimana dibuktikan oleh kenaikan tajam harga saham. Investor menghargai kemajuan restrukturisasi yang nyata, menandakan kepercayaan pada agenda reformasi", ia mengungkapkan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Satgas PKH Raup Rp4,76 Triliun dari Denda Sawit
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Satgas PKH Kuasai Kembali 4,09 Juta Hektare Kawasan Hutan
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Di Balik Gencatan Senjata, Derita Warga Gaza Masih Nyata
• 12 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Batam Pacu Investasi 2026, dari Manufaktur hingga Energi Bersih
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Broken Strings: Pengakuan Aurelie Moeremans tentang Relasi Abusif
• 17 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.