Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan program mudik dan balik rantau merupakan agenda rutin tahunan yang terus dievaluasi demi meningkatkan kualitas layanan.
"Untuk sampai saat ini kita masih punya pekerjaan rumah, karena armada yang ada masih di bawah tahun 2025, tapi kita berupaya untuk minimal sama dan syukur-syukur nanti ada tambahan," kata Sumarno dikutip dari Antara.
Hal itu disampaikan saat memimpin rapat koordinasi lanjutan bersama perwakilan kabupaten/kota, BUMN, BUMD, serta dunia usaha terkait persiapan Program Mudik Lebaran Gratis 2026 di Semarang, Rabu. Baca Juga:
Diprediksi Industri Otomotif Tahun Ini Masih Hadapi Tantangan Serupa
Menurut Sumarno, rapat tersebut bertujuan memastikan kesiapan seluruh pihak dalam memfasilitasi masyarakat Jawa Tengah agar dapat mudik dan kembali ke perantauan dengan aman dan nyaman.
Selain penguatan armada, Pemprov Jateng juga menerima masukan dari paguyuban peserta mudik dan balik rantau terkait penambahan titik pemberangkatan dan tujuan.
Menanggapi hal tersebut, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan berdasarkan sebaran domisili peserta agar titik keberangkatan bisa lebih dekat dengan lokasi tempat tinggal masyarakat.
"Dengan titik yang lebih dekat, masyarakat tidak perlu menambah biaya untuk menuju lokasi pemberangkatan. Ini juga bagian dari upaya kita memberikan pelayanan terbaik," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengatakan pihaknya akan melakukan pencermatan ulang untuk menetapkan titik-titik satelit pemberangkatan mudik maupun balik rantau 2026. Baca Juga:
Kendaraan Listrik 'Mengancam' Pendapatan Daerah, Kok Bisa?
"Pemetaan ulang sebetulnya telah kita lakukan, utamanya untuk peserta balik rantau gratis," katanya.
Ia mencontohkan, pemberangkatan dari Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, memiliki titik satelit di Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten. Sementara Terminal Tipe A Mangkang memiliki titik satelit di Jepara dan Blora.
Adapun Terminal Tipe A Bulupitu Banyumas dilengkapi titik satelit di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Program Mudik Gratis Lebaran 2026 direncanakan berlangsung pada 16–17 Maret 2026 dengan titik keberangkatan di Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta Timur, PT Dirgantara Indonesia Bandung, serta Stasiun Pasar Senen Jakarta.
Untuk pendaftaran peserta mudik gratis menggunakan bus akan dibuka pada 4 Februari 2026, sedangkan pendaftaran mudik gratis menggunakan kereta api dibuka mulai 11 Februari 2026. Sementara program Balik Rantau Gratis akan digelar pada 27–28 Maret 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





