Negara-negara Teluk Desak Trump Tak Serampangan Serang Iran

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

Qatar, VIVA –  Negara-negara Teluk mendesak Amerika Serikat (AS) agar tidak melancarkan serangan militer terhadap Iran. Mereka mengingatkan bahwa langkah tersebut berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi dan politik di kawasan, demikian laporan sejumlah media, Selasa, 13 Januari 2026

Arab Saudi, bersama Oman dan Qatar, disebut telah melakukan lobi secara tertutup kepada pemerintahan Presiden Donald Trump setelah Gedung Putih memperingatkan mereka untuk bersiap menghadapi kemungkinan tindakan terhadap Teheran. Informasi itu dilaporkan The Wall Street Journal.

Baca Juga :
Menlu Sugiono Imbau WNI di Iran Waspada, KBRI Teheran Susun Rencana Kontingensi
Siap-siap Invasi AS, Denmark Mulai Perkuat Militer di Greenland

Meski negara-negara tersebut memilih diam di ruang publik ketika Iran terus dilanda gelombang protes besar-besaran, mereka disebut aktif menekan para pejabat AS di balik layar agar mempertimbangkan ulang opsi militer.

Pejabat Teluk Arab menilai upaya militer apa pun untuk menggulingkan pemerintahan Iran dapat mengganggu secara serius pengiriman minyak global melalui Selat Hormuz. Jalur laut strategis itu dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Mereka juga khawatir terhadap dampak yang akan terjadi di dalam negeri, kerugian ekonomi, serta potensi aksi balasan jika pasukan AS bertindak.

Pejabat Arab Saudi dilaporkan telah menyampaikan kepada Teheran bahwa kerajaan itu tidak akan terlibat dalam konflik apa pun maupun mengizinkan penggunaan wilayah udaranya oleh AS. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menjaga jarak dari konfrontasi langsung.

"Presiden mendengarkan berbagai pandangan dalam setiap isu, tetapi pada akhirnya ia mengambil keputusan yang menurutnya paling tepat," kata seorang pejabat Gedung Putih.

Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan final. Namun, pada Selasa ia menulis di media sosial, "Bantuan Sedang Menuju ke Sana," sambil menyerukan para demonstran Iran agar tetap bertahan.

Para pemimpin Teluk menyatakan kekhawatiran atas ketidakpastian situasi Iran pasca-Ayatollah Ali Khamenei, termasuk kemungkinan pergeseran kekuasaan ke Korps Garda Revolusi Islam atau timbulnya kekacauan regional.

"Mereka tidak memiliki simpati terhadap rezim Iran," kata mantan Duta Besar AS Michael Ratney, "namun mereka juga sangat menghindari ketidakstabilan." 

 Iran memperingatkan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah bahwa mereka akan menjadi sasaran jika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Teheran. Peringatan itu disampaikan kepada Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Turki, menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump untuk ikut campur di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang melanda Iran.

Baca Juga :
Menko Airlangga Datangi KPK, Konsultasi soal Pembelian Energi dan Pesawat ke AS
Maduro Ditangkap, Venezuela Kirim Utusan ke Washington untuk Berunding
Iran Bersumpah Gempur Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jika Diserang

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tambah Anggaran Riset Kampus Rp 4 T untuk Dukung Hilirisasi Industri
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dishub DKI Jakarta Target Bongkar 1 Tiang Monorel Tiap Malam di Rasuna Said
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
3 Destinasi Wisata Karimunjawa yang Menawarkan Pengalaman Tak Terlupakan
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo Bakal Tambah Anggaran Riset Perguruan Tinggi Rp 4 Triliun
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Airlangga Pastikan Banyak Kabar Baik Buat Warga RI ke Depannya
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.