Jakarta (ANTARA) - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) meluncurkan Program Bakti Perpusnas, sebuah inisiatif pengabdian yang mendorong aparatur sipil negara (ASN) Perpusnas untuk turun langsung ke tengah masyarakat untuk memperkuat budaya baca dan meningkatkan kecakapan literasi.
Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam keterangan di Jakarta, Rabu mengemukakan Program Bakti Perpusnas merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat. Melalui program ini, pustakawan dan pegawai Perpusnas tidak hanya menjalankan fungsi kebijakan, tetapi juga hadir langsung mendampingi perpustakaan dan taman bacaan masyarakat sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.
"Literasi tidak cukup dibangun dari balik meja. Melalui Program Bakti Perpusnas, ASN Perpusnas hadir langsung di masyarakat untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pendampingan pengelolaan perpustakaan. Ini adalah bentuk pengabdian sekaligus komitmen kami agar perpustakaan benar-benar hidup dan memberi dampak," ujar Aminudin.
Baca juga: Hari Pustakawan Nasional, bakti mencerdaskan dan memajukan bangsa
Ia menekankan kehadiran ASN Perpusnas di lapangan diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengelolaan perpustakaan, menghidupkan ruang baca sebagai pusat aktivitas literasi, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan bahwa perpustakaan di mana pun berada memiliki daya hidup, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia," tuturnya.
Program Bakti Perpusnas dilaksanakan dalam skema kedinasan dari manapun yang menyasar berbagai jenis perpustakaan serta taman bacaan masyarakat di wilayah Jabodetabek, mulai dari perpustakaan sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, perpustakaan umum dan khusus, hingga taman bacaan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan secara perorangan maupun berkelompok, sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama mitra.
Sebagai bukti konkret pelaksanaan program di lapangan, salah satu pustakawan ahli madya Perpusnas, Nurbaiti melaksanakan kegiatan Program Bakti Perpusnas di SDIT Al Hidayah Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (12/1).
Kegiatan tersebut fokus pada peninjauan sekaligus sebagai pendampingan awal pengelolaan perpustakaan sekolah agar lebih tertata dan berdaya guna bagi peserta didik.
Baca juga: Kunjungi perpustakaan Sekolah Rakyat, Presiden apresiasi Perpusnas
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat belajar di Perpusnas rasakan literasi inklusif
Nurbaiti melakukan asesmen kondisi perpustakaan yang mencakup penataan koleksi, pelabelan buku, pemanfaatan ruang baca, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung literasi. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa perpustakaan sekolah masih memerlukan pendampingan berkelanjutan agar dapat berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan literasi.
"Perpustakaan sekolah memiliki potensi besar untuk menumbuhkan minat baca siswa. Agar berfungsi optimal, diperlukan penataan koleksi yang rapi, pelabelan yang sesuai standar, serta ruang baca yang nyaman dan mudah diakses. Melalui Program Bakti Perpusnas, kami berupaya mendampingi sekolah agar perpustakaan benar-benar dimanfaatkan oleh siswa," ujar Nurbaiti.
Ia menambahkan pendampingan lanjutan akan dilakukan melalui koordinasi dengan pengelola perpustakaan sekolah untuk menyusun langkah penataan dan pemberdayaan perpustakaan secara bertahap, sehingga perpustakaan dapat menjadi ruang belajar yang hidup dan menyenangkan bagi peserta didik.
Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam keterangan di Jakarta, Rabu mengemukakan Program Bakti Perpusnas merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat. Melalui program ini, pustakawan dan pegawai Perpusnas tidak hanya menjalankan fungsi kebijakan, tetapi juga hadir langsung mendampingi perpustakaan dan taman bacaan masyarakat sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.
"Literasi tidak cukup dibangun dari balik meja. Melalui Program Bakti Perpusnas, ASN Perpusnas hadir langsung di masyarakat untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pendampingan pengelolaan perpustakaan. Ini adalah bentuk pengabdian sekaligus komitmen kami agar perpustakaan benar-benar hidup dan memberi dampak," ujar Aminudin.
Baca juga: Hari Pustakawan Nasional, bakti mencerdaskan dan memajukan bangsa
Ia menekankan kehadiran ASN Perpusnas di lapangan diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengelolaan perpustakaan, menghidupkan ruang baca sebagai pusat aktivitas literasi, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan bahwa perpustakaan di mana pun berada memiliki daya hidup, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia," tuturnya.
Program Bakti Perpusnas dilaksanakan dalam skema kedinasan dari manapun yang menyasar berbagai jenis perpustakaan serta taman bacaan masyarakat di wilayah Jabodetabek, mulai dari perpustakaan sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, perpustakaan umum dan khusus, hingga taman bacaan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan secara perorangan maupun berkelompok, sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama mitra.
Sebagai bukti konkret pelaksanaan program di lapangan, salah satu pustakawan ahli madya Perpusnas, Nurbaiti melaksanakan kegiatan Program Bakti Perpusnas di SDIT Al Hidayah Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Senin (12/1).
Kegiatan tersebut fokus pada peninjauan sekaligus sebagai pendampingan awal pengelolaan perpustakaan sekolah agar lebih tertata dan berdaya guna bagi peserta didik.
Baca juga: Kunjungi perpustakaan Sekolah Rakyat, Presiden apresiasi Perpusnas
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat belajar di Perpusnas rasakan literasi inklusif
Nurbaiti melakukan asesmen kondisi perpustakaan yang mencakup penataan koleksi, pelabelan buku, pemanfaatan ruang baca, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung literasi. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa perpustakaan sekolah masih memerlukan pendampingan berkelanjutan agar dapat berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan literasi.
"Perpustakaan sekolah memiliki potensi besar untuk menumbuhkan minat baca siswa. Agar berfungsi optimal, diperlukan penataan koleksi yang rapi, pelabelan yang sesuai standar, serta ruang baca yang nyaman dan mudah diakses. Melalui Program Bakti Perpusnas, kami berupaya mendampingi sekolah agar perpustakaan benar-benar dimanfaatkan oleh siswa," ujar Nurbaiti.
Ia menambahkan pendampingan lanjutan akan dilakukan melalui koordinasi dengan pengelola perpustakaan sekolah untuk menyusun langkah penataan dan pemberdayaan perpustakaan secara bertahap, sehingga perpustakaan dapat menjadi ruang belajar yang hidup dan menyenangkan bagi peserta didik.




