Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi halal global melalui penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026, yang akan digelar pada 14–18 April 2026 di Jakarta, bertepatan dengan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 ke-12.
Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Kemlu RI, Ary Aprianto, mengatakan ajang ini menjadi momentum strategis bagi negara-negara anggota Developing Eight (D-8) untuk memperkuat jejaring ekonomi halal sekaligus mengukuhkan Indonesia sebagai pusat ekosistem halal dunia.
“Halal Expo ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi halal di antara negara-negara anggota D-8 dan mendukung upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat ekosistem halal dunia,” ujar Ary dalam konferensi pers Halal Expo Indonesia 2026, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
Menurut Ary, penyelenggaraan expo ini bukan inisiatif yang muncul tiba-tiba. Gagasan kerja sama ekonomi halal di lingkungan D-8 pertama kali diluncurkan Indonesia dalam KTT ke-11 D-8 di Kairo, Mesir, pada Desember 2024, dan sejak itu terus dimatangkan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Ia menyebut perumusan konsep tersebut melibatkan Kementerian Luar Negeri, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta berbagai pemangku kepentingan lain di Indonesia.
“Penyelenggaraan D-8 Halal Expo ini merupakan bukti nyata kesungguhan Indonesia dalam mendorong kerja sama halal di lingkungan D-8 dan menjadikannya sebagai platform kolaborasi, promosi produk, serta penguatan jejaring pelaku usaha dan pemangku kepentingan,” jelas Ary.
Dalam konteks ekonomi global, Ary menekankan bahwa industri halal memiliki potensi yang sangat besar. Untuk sektor makanan dan minuman halal saja, nilai konsumsi dunia diperkirakan akan mencapai sekitar 1,9 triliun dolar AS pada 2028.
Namun, pasar halal global tidak berhenti di sektor pangan. Ary menyebut industri halal juga mencakup pariwisata, farmasi, kosmetik, keuangan syariah, logistik, hingga teknologi, menjadikannya salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan paling menjanjikan di dunia.
Kemlu RI juga menyampaikan apresiasi kepada KNEKS atas perannya dalam mempromosikan kerja sama ekonomi halal di tingkat internasional, khususnya di lingkungan D-8.
Dengan digelarnya Halal Expo Indonesia 2026 di sela-sela KTT D-8, Indonesia berharap forum ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menghasilkan kemitraan bisnis, investasi, dan integrasi rantai pasok halal antarnegara anggota, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam arsitektur ekonomi halal global.



