Bursa Asia ditutup mixed pada perdagangan di Selasa (13/1). Meski demikian, beberapa indeks saham melonjak naik dipimpin reli yang terjadi di Jepang.
Dilansir Rabu (14/1), berikut ini adalah catatan pergerakan sejumlah indeks utama dari Bursa Asia. Bursa Jepang catatkan kenaikan dalam perdagangan kali ini:
- Hang Seng (Hong Kong): Naik 0,56% ke 26.999,81
- CSI 300 (China): Turun 0,40% ke 4.741,93
- Shanghai Composite (China): Turun 0,31% ke 4.126,09
- Nikkei 225 (Jepang): Naik 1,48% ke 54.341,23
- Topix (Jepang): Naik 1,26% ke 3.644,16
- Kospi (Korea Selatan): Naik 0,65% ke 4.723,10
- Kosdaq (Korea Selatan): Turun 0,72% ke 942,18
Saham Jepang memimpin penguatan pasar dengan mencetak rekor tertinggi baru menyusul meningkatnya optimisme terhadap tambahan stimulus fiskal dari Tokyo. Optimisme tersebut turut menekan yen dan menguntungkan saham-saham eksportir dari Jepang.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi juga berencana membubarkan majelis rendah parlemen dan membuka jalan bagi pemilu cepat paling cepat awal Februari. Spekulasi tersebut memicu ekspektasi bahwa sang perdana menteri akan memperkuat posisinya dalam parlemen, sehingga pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk menggelontorkan stimulus fiskal.
Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa kebijakan stimulus fiskal berpotensi semakin melemahkan kesehatan fiskal dari Jepang. Pemilu cepat juga dikhawatirkan dapat menunda persetujuan parlemen atas rancangan undang-undang yang memungkinkan pemerintah menerbitkan obligasi untuk menutup defisit anggaran.
Dari China, saham berbalik melemah setelah pemerintah mengubah kebijakan pembiayaan margin. Otoritas menaikkan persyaratan margin minimum menjadi 100%. Hal itu berarti investor kini harus menyediakan dana setara dengan nilai penuh saham yang dibeli secara kredit. Langkah ini bertujuan menekan spekulasi berlebihan dan membatasi risiko dalam pasar, namun sekaligus meningkatkan biaya transaksi dan menggerus momentum kenaikan saham lokal.
Sebelumnya, pasar sempat menguat setelah data menunjukkan surplus perdagangan tahun lalu mencapai rekor US$1,25 Triliun.
Baca Juga: Lepas Suspensi, Tiga Saham Emiten Ini Lanjut Ngebut hingga Closing
Pasar Asia cenderung bergerak terbatas dalam perdagangan kali ini, dengan reli saham teknologi mulai mendingin. Saham-saham produsen chip secara umum tetap mendapat dukungan menjelang laporan laba kuartal keempat dari Taiwan Semiconductor Manufacture Co (TSMC).





