Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah? Tak Hanya soal Keberuntungan, Ternyata Ada Alasan Lainnya

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Perayaan Imlek dari tahun ke tahun selalu identik dengan warna merah. Tak hanya membawa keberuntungan, ternyata ada alasan lain, termasuk dengan munculnya legenda dalam tradisi China.

Warna merah selalu mendominasi saat perayaan Imlek tiba. Mulai dari baju, dekorasi, sampai warna angpau.

Hal itu tentu memunculkan pertanyaan mengenai apa sebenarnya makna dari penggunaan warna merah saat Imlek? Dan apa alasan di baliknya?

Tahun ini, Imlek akan tiba pada 17 Februari 2026 mendatang. Lantas mengapa Imlek identik dengan warna merah?

Legenda Merah dalam Tradisi China

Melansir dari Kompas.com, dalam budaya China, merah dianggap sebagai warna keberuntungan. Hal ini kemungkinan berasal dari legenda makhluk bernama Nian, binatang yang diyakini akan melahap penduduk desa, ternak, dan hasil panen pada malam tahun baru.

Mereka meyakini bahwa Nian takut dengan warna merah. Karena inilah mereka mulai menggantung lentera dan kertas merah bertuliskan karakter fu yang berarti nasib baik.

Karakter itu dituliskan terbalik untuk mendatangkan keberuntungan. Selain lentera dan kertas, warna merah juga digunakan pada angpao yang diberikan saat Imlek tiba.

Selain untuk mendapatkan keberuntungan, warna merah juga dipakai orang Tionghoa untuk melawan kesialan. Merah kemudian digunakan pada pakaian, dekorasi, dan benda-benda lainnya.

Warna Lain yang Memiliki Arti Baik

1. Emas atau Kuning

 

Selain merah, warna emas dan kuning melambangkan kekayaan, kemakmuran, serta kemewahan. Warna emas dan kuning biasanya dipakai berdampingan dengan penggunaan warna merah.

2. Hijau

Hijau menjadi warna yang melambangkan adanya pertumbuhan, kesejahteraan, dan juga ketenangan. Saat Imlek, memilih warna hijau dianggap dapat membawa keseimbangan dalam kehidupan dan berhubungan dengan kesehatan serta kebahagiaan.

Sebenarnya tidak ada aturan mengenai penggunaan warna merah dalam perayaan Imlek. Namun seiring berjalannya waktu, hal ini sudah menjadi tradisi yang biasa dilakukan. Alasan yang paling banyak dipercaya adalah karena warna tersebut dapat membawa keberuntungan atau hoki. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketika Kampus Jadi Panggung: Mahasiswa Tertukar Tujuan antara Ilmu dan Gaya
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
BeauPicks: 5 Jelly Shoes untuk Musim Hujan, Tetap Kece Meski Kehujanan!
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Soal Pemanfaatan Kayu Hanyut Bencana Sumatra, Menhut Kasih Penjelasan Begini
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Cerita Korban Dugaan Penipuan Investasi Kripto: Tergiur Ingin Kaya Seperti si Influencer
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Pemkot Makassar Gandeng FEB UMI Perkuat SDM ASN
• 6 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.