Kementerian Pertahanan Denmark meningkatkan kehadiran militernya di Greenland mulai hari ini. Penambahan kekuatan militer tepat sebelum pembicaraan penting dimulai di Washington DC, Amerika Serikat (AS), terkait ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih pulau Arktik tersebut.
"Angkatan bersenjata Denmark, mulai hari ini, mengerahkan kemampuan dan unit yang terkait dengan ... kegiatan latihan. Dalam periode mendatang, ini akan menghasilkan peningkatan kehadiran militer di dan sekitar Greenland, yang terdiri dari pesawat, kapal, dan tentara, termasuk dari sekutu NATO," kata kementerian pertahanan Denmark dalam sebuah pernyataan dilansir AFP, Kamis (15/1/2025).
Sejak kembali menjabat hampir setahun yang lalu, Trump berulang kali mengatakan Amerika Serikat perlu mengambil kendali atas pulau Arktik yang luas, strategis, dan jarang penduduknya itu karena alasan keamanan nasional.
Ia menuduh Denmark mengabaikan keamanan di dan sekitar Greenland, dan mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa wilayah otonom Denmark itu sangat penting untuk sistem pertahanan udara dan rudal Golden Dome yang direncanakannya. Ia mendesak NATO untuk mendukung tujuan Washington.
Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen telah memperingatkan bahwa serangan AS terhadap sekutu NATO akan mengakhiri aliansi tersebut.
"Keamanan di Arktik sangat penting bagi Kerajaan Denmark dan sekutu Arktik kami, dan oleh karena itu penting bagi kami, dalam kerja sama erat dengan sekutu, untuk lebih memperkuat kemampuan kami untuk beroperasi di wilayah tersebut," kata Menteri Pertahanan Troels Lund Poulsen dalam pernyataan.
Kegiatan latihan pada tahun 2026 dapat mencakup pengamanan infrastruktur penting, memberikan bantuan kepada otoritas lokal di Greenland, termasuk polisi, menerima pasukan sekutu, mengerahkan pesawat tempur di dalam dan sekitar Greenland, dan melakukan operasi angkatan laut, kata kementerian tersebut.
Tahun lalu Denmark menjadi tuan rumah latihan di Greenland yang diikuti oleh sekutu NATO Jerman, Prancis, Norwegia, dan Swedia, katanya.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen dan mitranya dari Greenland dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan pada Rabu (14/1) di Washington dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance.
(rfs/rfs)



