Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menjamin proses pembongkaran ratusan tiang monorel di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, tidak akan melumpuhkan arus lalu lintas secara total.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memastikan tidak akan ada penutupan jalan penuh selama proyek berlangsung. Pengerjaan akan difokuskan pada malam hari saat volume kendaraan rendah.
"Pertama, tidak ada penutupan jalan (total). Pekerjaannya dilakukan pada malam hari dengan skema satu tiang satu malam," ujar Syafrin di Jakarta, Rabu 14 Januari 2026.
Baca juga:
Akhir Riwayat Tiang Monorel Mangkrak di Jakarta
Jam Operasional dan Skema One Night One Pillar
Syafrin menjelaskan, waktu pengerjaan pembongkaran alias pemotongan tiang beton akan dimulai pada pukul 23.30 WIB hingga pukul 05.00 WIB keesokan harinya. Targetnya, kontraktor dapat menyelesaikan satu tiang setiap malamnya. Skema ini dipilih untuk meminimalisir gangguan bagi para pengguna jalan yang melintas di kawasan sibuk Kuningan tersebut pada pagi dan siang hari.
Terkait teknis penutupan jalur, Dishub menerapkan sistem staging atau penutupan bertahap yang hanya berlaku di jalur lambat.
"Untuk jalur lambatnya akan dilakukan penutupan secara staging. Jadi misalnya di ruas (tiang) yang akan dikerjakan ditutup, kemudian arus dari jalur cepat bisa masuk kembali ke jalur lambat di bukaan depannya," jelas Syafrin.
Dengan metode ini, kendaraan tetap bisa melintas meskipun terjadi penyempitan sementara di titik pengerjaan. Pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu atau arahan petugas saat melintas di Jalan Rasuna Said pada malam hari.




