Harga Perak Kembali Cetak Rekor, Ketegangan Global Dorong Reli Logam Mulia

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Harga perak menembus level USD 90 per ons untuk pertama kalinya, disertai dengan emas yang mendekati rekor tertinggi. Hal ini terjadi seiring serangan terhadap Federal Reserve (The Fed), prospek penurunan suku bunga AS lebih lanjut, dan ketegangan geopolitik yang memperkuat reli tajam logam mulia.

Mengutip Bloomberg, harga perak melonjak hingga 5,3 persen dan sempat menyentuh USD 91,5535 per ons, sedangkan emas berada kurang dari USD 10 dari level tertinggi sepanjang masa. Inflasi inti AS pada Desember tercatat tidak setinggi kekhawatiran sebelumnya, tetapi para ekonom menilai data tersebut tertekan secara artifisial akibat penutupan pemerintahan yang berlangsung sangat lama.

The Fed pun diperkirakan akan menahan pemangkasan suku bunga selama beberapa bulan, meski pasar swap masih memperhitungkan setidaknya dua kali penurunan suku bunga lagi tahun ini.

Logam mulia mengawali tahun ini dengan kinerja kuat dengan melanjutkan reli tajam sepanjang 2025. Kekhawatiran pasar kembali menguat setelah mencuat potensi dakwaan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, yang memunculkan pertanyaan mengenai independensi bank sentral AS. Sejumlah bank sentral di berbagai negara menyatakan dukungannya kepada Powell, sementara CEO JPMorgan Chase & Co., Jamie Dimon, menilai langkah tersebut justru berisiko menimbulkan dampak balik.

Di sisi lain, minat terhadap aset lindung nilai turut meningkat seiring memanasnya tensi geopolitik global. Faktor pendorongnya antara lain penangkapan pemimpin Venezuela oleh Presiden AS Donald Trump, ancaman terbaru untuk mengambil alih Greenland, serta gelombang protes keras di Iran yang berpotensi mengguncang kelangsungan rezim Islam di negara tersebut. Bahkan, Citigroup Inc. menaikkan proyeksi tiga bulan harga emas dan perak masing-masing menjadi USD 5.000 per ons dan USD 100 per ons.

Kemudian, Chief Investment Officer Lotus Asset Management Ltd, Hao Hong, mengatakan perak turut diuntungkan oleh rotasi investasi ke sektor komoditas secara lebih luas. Ia menilai reli perak masih memiliki ruang yang besar untuk berlanjut tahun ini, dengan potensi harga mencapai USD 150 per ons pada akhir tahun.

Sepanjang tahun lalu, perak mengungguli emas dengan lonjakan harga mencapai 150 persen, didorong oleh aksi short squeeze pada Oktober, ketatnya pasokan di London, serta tingginya aktivitas spekulatif. Pelaku pasar juga menantikan hasil penyelidikan Section 232 di AS, yang berpotensi berujung pada pengenaan tarif impor perak.

“Kekhawatiran terhadap kemungkinan penerapan tarif pada perak membuat sejumlah besar pasokan tertahan di AS, sehingga membatasi aliran perak ke pasar global,” ujar analis Zijin Tianfeng Futures Co. Ltd., Liu Shiyao.

Kenaikan terbaru harga logam mulia ini menunjukkan derasnya arus investasi, dengan minat spekulatif meningkat dari Shanghai hingga New York. Volume perdagangan di Comex dan Shanghai Futures Exchange tetap berada pada level tinggi sejak akhir Desember.

Pada pukul 12.31 waktu Singapura, Rabu (14/1), harga perak melonjak 4,6 persen menjadi USD 90,9590 per ons. Sementara itu, emas naik 0,9 persen menjadi USD 6.626,43 per ons, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa USD 4.634,55 yang tercapai pada Selasa. Platinum dan paladium masing-masing melonjak lebih dari 4 persen, sementara Bloomberg Dollar Spot Index bergerak stabil.

Global Market Strategist Invesco Asset Management, David Chao, menyatakan permintaan emas dan perak sebagai lindung nilai terhadap inflasi maupun ketidakstabilan keuangan diperkirakan tetap berlanjut tahun ini, meski kenaikannya tidak setajam pada 2025. Menurutnya, emas berpotensi mengungguli perak tahun ini seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penasaran, Warga Kunjungi Pohon Randu Alas Raksasa Borobudur
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Informasi Terbaru Bansos Januari 2026 Kapan Cair? Segera Cek Penerima PKH dan BPNT 2026
• 8 jam lalunarasi.tv
thumb
Studio di Jakarta Utara Jadi Langkah Upaya Dongkrak Produk UMKM Bersaing Secara Global Lewat Digitalisasi
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Bunga Deposito Naik Lagi, Bankir Ungkap Alasannya
• 17 detik lalucnbcindonesia.com
thumb
CIO DBS Hou Wey Fook Soroti Era Dominasi Fiskal AS dan Strategi Investasi pada Aset Riil
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.