Populer: Eksistensi Toko Kopi Bis Kota; Jerome Powell Dibela Bank Sentral Global

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Berita mengenai keberadaan Toko Kopi Bis Kota yang sudah berdiri sejak 1943 menjadi salah satu berita yang ramai dibaca di kumparanBisnis pada Rabu (14/1).

Selain itu, berita mengenai pimpinan bank sentral yang menyatakan dukungan terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell di tengah dakwaan pidana dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump juga ramai dibaca. Simak rangkumannya.

Kopi Bis Kota Berusia 83 Tahun di Jatinegara

Di tengah kawasan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Toko kopi Bis Kota memang sudah beridiri selama 83 tahun. Dede (55) yang merupakan keturunan ketiga dari pendiri toko menceritakan tokonya memang merupakan bisnis turunan keluarga yang tetap dilanjutkan.

“Ya karena saya turunan, sayang lah (kalau berhenti), sudah lama, dilanjutin,” kata Dede.

Sejatinya, nama toko tersebut adalah Toko Sedap Djaja (Wong Hin), namun kini toko tersebut banyak dikenal sebagai Toko Kopi Bis Kota karena menjual kopi dengan label Bis Kota.

Beberapa jenis kopi yang dijual di toko tersebut adalah Robusta, WB, dan Arabika dengan kisaran harga Rp 70 ribu sampai Rp 200 ribu per kilogram.

Meski demikian, sampai saat ini, Dede tak membuka toko online untuk bisnis kopinya. Namun, ia menuturkan kopinya kerap dibeli oleh reseller untuk kemudian dijual secara online. Selain itu, saat ini kopi dagangannya juga dikirim ke beberapa kafe yang berada di sekitar Jakarta.

Jerome Powell Dibela Bank Sentral Global

Terkait dukungan terhadap Powell, dukungan datang dari para kepala Bank Sentral Eropa (ECB), Bank of England (BoE), serta sembilan otoritas moneter internasional lainnya.

"Kami sepenuhnya bersolidaritas dengan Sistem Federal Reserve dan Ketuanya Jerome H. Powell," kata para Kepala Bank Sentral Eropa, Bank of England, dan sembilan lembaga lainnya tersebut.

Adapun para pimpinan bank sentral tersebut juga menekankan pentingnya menjaga independensi otoritas moneter sebagai fondasi utama stabilitas ekonomi global. Menurut mereka, kemandirian bank sentral berperan krusial dalam menjaga stabilitas harga dan sistem keuangan, sekaligus melindungi kepentingan publik.

Saat ini, penyelidikan oleh pemerintahan AS secara resmi dikaitkan dengan proyek renovasi kantor pusat The Fed. Namun, Powell menilai langkah tersebut bukan semata soal administratif. Ia menyebut penyelidikan itu sebagai 'dalih' yang digunakan untuk membuka jalan bagi campur tangan Trump dalam kebijakan suku bunga.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cuaca Ekstrem Ancam Ketahanan Pangan di Jawa Tengah, Gubernur Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
PJHB Serap Dana IPO Rp26 Miliar, 20 Persen dari Rencana untuk Beli Kapal
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Drama Menit Akhir! Senegal Bungkam Mesir dan Amankan Tiket Final Piala Afrika
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Diteror, Aktivis Greenpeace dan Kreator Konten Lapor Polisi
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Siaga Musim Hujan, Pemprov DKI Pangkas Sejumlah Pohon Sebelum Tumbang
• 34 menit lalusuara.com
Berhasil disimpan.