Trump Berlakukan Tarif 25 Persen untuk Impor Chip Canggih Termasuk Produk Nvidia

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Trump menandatangani pemberlakuan tarif 25 persen untuk chip komputasi canggih tertentu, termasuk Nvidia H200 dan AMD MI325X.

Trump Berlakukan Tarif 25 Persen untuk Impor Chip Canggih Termasuk Produk Nvidia. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (14/1/2025) menandatangani pemberlakuan tarif 25 persen untuk chip komputasi canggih tertentu, termasuk Nvidia H200 dan AMD MI325X.

Hal itu sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi masalah keamanan nasional terkait impor semikonduktor.

Baca Juga:
Trump Perintahkan Divestasi Chip Senilai USD2,9 Juta untuk Kepentingan Keamanan AS

Menurut lembar fakta yang dirilis oleh Gedung Putih, tarif tersebut tidak akan berlaku untuk chip yang diimpor untuk rantai pasokan teknologi AS atau yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas manufaktur domestik untuk turunan semikonduktor.

Dokumen Gedung Putih juga menunjukkan bahwa Trump mungkin akan memberlakukan tarif yang lebih luas untuk impor semikonduktor dan produk turunannya dalam waktu dekat untuk mendorong manufaktur domestik.

Baca Juga:
AS Resmi Izinkan Nvidia Jual Chip Canggih H200 ke China

Sebelumnya, Pemerintah AS telah memberikan lampu hijau kepada raksasa chip Nvidia untuk menjual prosesor kecerdasan buatan (AI) H200 ke China.

Baca Juga:
Nvidia Bantah Wajibkan Pembayaran Penuh di Muka untuk Chip H200

Chip Nvidia H200, yang merupakan chip tercanggih kedua Nvidia, sebelumnya dibatasi oleh Washington karena kekhawatiran bahwa hal itu akan memberikan keunggulan kepada industri teknologi dan militer China atas AS.

Dilansir dari BBC pada Rabu (14/1/2026), Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa chip tersebut dapat dikirim ke China asalkan ada pasokan yang cukup di Amerika.

Chip H200 satu generasi di belakang prosesor Blackwell Nvidia, yang dianggap sebagai semikonduktor AI tercanggih di dunia dan tetap diblokir penjualannya di China.

Adapun, Nvidia terjebak dalam tarik-menarik geopolitik antara AS dan China, dua negara yang paling berpengaruh dalam perlombaan AI global.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Profil Jeremie, Adik Aurelie Moeremans yang Kini Ikut Jadi Sorotan, Terjun ke Dunia Akting dan Pacari Artis Cantik
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Dubes WHO Yohei Sasakawa Sorot Fakta Pahit Kusta: Diskriminasi Lebih Menyakitkan dari Penyakitnya
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Menjajal Pelican Crossing Tegal Mampang yang Kini Lebih Lama untuk Pejalan Kaki
• 27 menit lalukompas.com
thumb
Kepala BRIN Sebut Prabowo Setuju Dana Riset Naik 50%, Fokus Pangan-Industri
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Mobil Boks Tak Bertuan Terparkir di Pinggir Sungai Bogor, Ternyata Curian
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.