Kepala BRIN Sebut Prabowo Setuju Dana Riset Naik 50%, Fokus Pangan-Industri

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kepala Badan Riset dan Inaovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan anggaran riset nasional hingga 50 persen.

Hal tersebut disampaikan Arif usai pertemuan Presiden bersama sekitar 1.200 guru besar, rektor, dan dekan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (15/1).

Menurut Arif, kabar paling menggembirakan dari pertemuan itu adalah komitmen Presiden untuk menaikkan dana riset nasional.

"Namun hal yang sangat menggembirakan pada hari ini adalah bahwa beliau konsen soal peningkatan dana penelitian. Jadi jumlah dana penelitian di Indonesia saat ini kan baru Rp 8 triliun ya. Beliau punya komitmen dan tadi sudah menyampaikan dan ini disambut gembira oleh para guru besar bahwa jumlah yang akan ditingkatkan sekitar 50% dari dana yang sekarang ini," kata Arief.

Ia menambahkan, peningkatan ini penting karena dana riset Indonesia saat ini baru sekitar 0,3 persen dari PDB, jauh tertinggal dibandingkan negara lain.

"Karena saat ini dana riset yang ada di Indonesia baru sekitar 0,3% dari PDB. Ini jumlah yang sangat jauh dibandingkan dengan negara-negara lain," ucapnya.

Arif menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo menekankan pentingnya membangun optimisme masa depan bangsa.

Dengan peningkatan anggaran tersebut, Arif berharap riset dapat menopang berbagai program strategis nasional.

"Nah, dengan jumlah yang besar ini, maka kita diharapkan bisa me-support berbagai program-program yang strategis yang bisa mendongkrak. Satu, pertumbuhan ekonomi. Kedua, mengatasi kemiskinan. Kemudian juga menciptakan lapangan kerja," ujarnya.

"Tentu sesuai dengan arah Bapak Presiden, Bapak Presiden fokus pada pangan," ucap dia.

Lebih jauh, BRIN juga menyiapkan penguatan riset di sektor tekstil, sepatu, hingga industri strategis lain seperti dirgantara. Arif menyinggung pengembangan pesawat N219 hasil kolaborasi BRIN dan PT Dirgantara Indonesia.

"Karena N219 yang sudah disiapkan antara BRIN dan PT DI, ini juga harus segera dipercepat. Moga-moga awal tahun 2027 atau akhir 2026 sudah bisa selesai risetnya, kemudian kita bisa menghasilkan pesawat Amfibi," tandas dia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Per 1 Januari 2026, Bali Zoo Resmi Hentikan Wahana Gajah Tunggang
• 2 jam lalunarasi.tv
thumb
Komisi III Sebut RUU Perampasan Aset Jadi Upaya Mengembalikan Kerugian Negara
• 11 menit lalukompas.com
thumb
Hujan Deras Mengguyur, Jalan Raya Kerobokan Badung Bali Terendam Air
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Berambisi Pecahkan Rekor Sang Ayah, Gemilang Target PAN Kuasai 50 Persen Kursi DPRD Maros di 2029
• 7 jam lalutribuntimur.com
thumb
Pertamina NRE Gandeng Perusahaan China Dorong Percepatan Pengembangan Energi Bersih
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.