Arab Saudi tak Izinkan Wilayah Udaranya Digunakan untuk Serang Iran

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH --Arab Saudi telah mengabarkan  Iran bahwa negaranya tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorinya digunakan untuk menyerang Iran. Hal ini dilaporkan AFP berdasarkan dua sumber yang dekat dengan Kerajaan Arab Saudi, Rabu (14/1/2025).

Pesan tersebut disampaikan ketika Amerika Serikat memperingatkan bahwa mereka bisa merespons tindakan keras pemerintah Iran terhadap aksi demonstrasi. Sementara Teheran mengatakan akan menyerang aset militer dan perkapalan AS jika terjadi serangan baru.

Baca Juga
  • Stimulus Rp110,7 Triliun, Pemerintah Pacu Ekspor Tekstil
  • Kejati Tetapkan 4 Tersangka Kasus LPEI yang Rugikan Negara Rp 919 Miliar
  • Kamis Ini Jakarta Diprakirakan Hujan Seharian

Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Arab Saudi mendesak para personelnya untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Arab Saudi telah memberi tahu Teheran secara langsung bahwa mereka tidak akan menjadi bagian dari tindakan militer apa pun yang dilakukan terhadap Iran, dan bahwa wilayah serta wilayah udaranya tidak akan digunakan untuk tujuan tersebut,” kata seorang sumber yang dekat dengan militer Saudi kepada AFP.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sumber kedua yang dekat dengan pemerintah mengonfirmasi bahwa pesan tersebut telah disampaikan kepada Teheran.

Pernyataan Qatar

Sebelumnya, Qatar mengatakan bahwa penarikan sebagian personel dari Pangkalan Udara Al Udeid dilakukan sebagai respons terhadap ketegangan regional saat ini. Dalam sebuah pernyataan, Kantor Media Internasional Qatar mengatakan negara tersebut terus menerapkan semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan warga negara serta penduduknya sebagai prioritas utama.

Ditambahkan bahwa langkah-langkah sedang dilakukan untuk memastikan perlindungan infrastruktur penting dan fasilitas militer.

Presiden Trump mengatakan pada Selasa (13/1/2025), bahwa Amerika Serikat akan bereaksi keras jika otoritas di Iran mulai melakukan hukuman gantung dalam tindakan keras mereka terhadap pemberontakan rakyat yang mel5uas melawan pemerintah.

“Kami akan mengambil tindakan yang sangat kuat jika mereka melakukan hal seperti itu,” katanya kepada CBS News dalam sebuah wawancara.

Sumber:

Gulf News

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kementerian PP-PA Apresiasi Penerbitan Buku ‘The Broken String’, Dorong Korban Kekerasan Seksual untuk Berani Bicara
• 7 jam lalumerahputih.com
thumb
Terekam Video Mobil Relawan Bawa Bantuan Logistik Nyaris Hanyut di Sungai Gayo Lues
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Tragis! Lansia Kolektor Barang Antik Tewas Terbakar Bersama Harta Rp500 Juta di Tuban
• 15 jam laluberitajatim.com
thumb
Cuaca Buruk Picu Harga Ikan Melonjak di Bone
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Tiang Monorel Mangkrak Mulai Dibongkar, Lalu Lintas Kuningan Jaksel Ramai Lancar
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.