Tiang Monorel Mangkrak Mulai Dibongkar, Lalu Lintas Kuningan Jaksel Ramai Lancar

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pemprov DKI Jakarta sudah membongkar tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang dimulai pada Rabu (14/1) malam. Pembongkaran ini menjadi bagian dari penataan kawasan jalan utama ibu kota yang selama bertahun-tahun dipenuhi tiang monorel mangkrak.

Pantauan kumparan pada Kamis (15/1) pukul 09.10 WIB, area pembongkaran di seberang Halte Setiabudi terpantau sudah bersih. Tidak terlihat lagi material sisa pembongkaran seperti beton maupun besi tiang monorel di sekitar lokasi.

Aktivitas pembongkaran di titik tersebut juga tidak mengganggu arus lalu lintas. Kendaraan roda dua dan roda empat masih dapat melintas dengan lancar, tanpa adanya penyempitan jalan yang signifikan. Arus kendaraan di Jalan Rasuna Said terpantau ramai lancar pada jam sibuk pagi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa tiang monorel tidak hanya berada di Jalan HR Rasuna Said, tetapi juga tersebar di sepanjang Jalan Gelora hingga Jalan Asia Afrika. Seluruh tiang tersebut direncanakan akan dibongkar dan ditata ulang oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Ada 109 tiang monorel sampai ujung Jalan Rasuna Said. Yang di jalan ini sampai dengan Gran Melia Hotel. Semuanya akan ditata rapi. Saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” kata Pramono saat meninjau lokasi pembongkaran, Rabu (14/1).

Pramono mengatakan, pihaknya menargetkan pembongkaran dengan total anggaran Rp 254 juta ini rampung pada September 2026.

“Untuk biaya pembongkarannya sendiri 254 juta. (Selesai) bulan September,” ujarnya.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta membongkar tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1) malam mulai pukul 23.00 WIB. Tiang pertama yang dibongkar ialah tiang bernomor 3.

Pantauan kumparan pukul 22.47 WIB, ada sekitar 6 orang yang mengerjakan pembongkaran satu tiang tersebut. Tiang itu belum seluruhnya dibeton, hanya terdapat rangka besi bajanya saja. Bagian beton hanya terdapat di alasnya.

Terlihat terdapat dua alat las yang digunakan untuk memotong besi-besi tersebut. Area pengerjaan telah ditutup dengan sekat untuk menjaga keamanan. Pemotongan membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Besi hasil pemotongan itu kemudian dikumpulkan dan diberi tanda. Besi dibagi dua sesuai dengan ketinggiannya, yakni 2,1 meter dan 3 meter.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR Mulai Susun RUU Perampasan Aset, Sari Yuliati: Penjara Saja Tak Cukup
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kilau emas Sekotong di ujung hukum
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Gubernur Jatim Khofifah Resmikan 24 Gedung Sekolah Baru di Pasuruan–Probolinggo
• 1 jam laluberitajatim.com
thumb
Net Buy Jumbo Rp1,16 Triliun, Asing Serbu Saham-saham Ini
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Diplomasi Ketahanan Indonesia di Tengah "Multiplex World Order"
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.