FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Direktur Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi buka-bukaan. Dia membongkar cerita eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Itu diungkapkan Islah di YouTube Akbar Faizal Uncensores. Mulanya, Akbar Faizal menanyai Islah mengapa Yaqut tak pernah menghadiri Panitia Khusus (Pansus) Haji DPR RI pada 2024.
“Ketika Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, DPR membuat Pansus dan tak pernah datang. Dipanggil berkali-kali DPR dan hingga dimaki seluruh Indonesia,” kata Akbar.
“Kenapa dia tidak datang? Sekarang saya tanya kepada Cak Islah, kenapa Gus Yaqut tidak datang?” tambahnya.
Islah pun menuturkan, ada peran Presiden ke-7 Jokowi di situ. Kala itu, Jokowi diundang menghadiri pertemuan internasional di Prancis.
“Itu ada cerita lagi, pada saat yang bersamaan itu ada konferensi perdamaian dunia di Prancis, yang dibuka oleh Presiden Macron,” tuturnya.
“Jokowi diundang, tapi Jokowi memberikan posisi delegasi Indonesia itu ke Kementerian Pertahanan. Karena bicara perdamaian dunia,” sambungnya,
Lalu kemudian, Yaqut mendatangi Jokowi. Menanyakan apakah dirinya mendatangi panggilan Pansus Haji tersebut atau tidak.
“Tau ngak apa yang terjadi, Gus Yaqut datang ke Presiden Jokowi, dia tanya, apakah saya datang ke Pansus DPR itu? Tapi saya (Yaqut) akan bercerita apapun yang saya alami dan sejujur-jujurnya saya ceritakan di DPR sesuai yang saya ketahui,” imbuhnya.
Mendengar hal itu, Jokowi membatalkan mendelegasikan Prabowo menghadiri pertemuan tersebut. Lalu meminta Yaqut hadir.
“Lalu Jokowi membuat surat reposisi dari Prabowo dipindah ke Gus Yaqut kepada Menteri Agama yang dibuka Macron itu di Prancis,” ujarnya.
“Kenapa seperti itu?” tanya Akbar,
“Supaya Gus Yaqut tidak datang ke Pansus. Perintah Jokowi,” timpal Islah.
Tidak sampai di situ, Akbar terus mencecar. Menanyakan kenapa Jokowi melarang.
“Kenapa dilarang ke sana?” tanya Akbar.
“Gus Yaqut juga tidak tahu alasannya,” jawab Islah.
“Ini serius?” tanya Akbar sekali lagi.
“Serius. Bisa dikonfirmasi juga ke Gus Yaqut. Karena Gus Yaqut bercerita ke saya, dan saya tanya, kalau saya Gus, saya memilih datang ke parlemen. Karena saya tahu, inisiasi dari Pansus itu salah satunya datang dari Muhaimin Iskandar,” pungkasnya.
(Arya/Fajar)




