Bupati Bogor: Tak Ada Ledakan di Tambang ANTAM, Kabar Ratusan Orang Tewas Hoaks

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor memeriksa langsung PT Aneka Tambang (ANTAM), Nanggung, pada Rabu (14/1/2026). Pemeriksaan itu terkait dengan isu 700 pegawai ANTAM tewas terjebak di lokasi ledakan tambang.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan saat mendengar kabar terjadinya korban di media sosial, pihak Pemkab Bogor meninjau langsung dan mengerahkan stakeholder terkait untuk memberikan penanganan lanjutan.

"Tapi alhamdulillah, informasi yang diberikan dari pimpinan aneka tambang, tidak ada satu pun karyawan ANTAM yang menjadi korban," ujar Rudy di Bogor, pada Rabu (14/1/2026) Malam.

Dia juga menambahkan, masyarakat perlu memastikan kebenaran kabar maupun informasi sebelum menyebarluaskan.

"Jangan sampai membuat masyarakat menjadi panik, dan tentunya kami semua ada di sini untuk melayani masyarakat Kabupaten Bogor," ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap peristiwa tersebut.

"Yang pasti nanti setelah kita ketahui sumber titik lokasi awal asapnya dari mana pasti akan kita cek lebih lanjut," jelas AKBP Wikha.

Penjelasan ANTAM

PT ANTAM mengklarifikasi kabar yang beredar tentang ledakan di area tambang Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu (14/1/2026). ANTAM memastikan kabar tersebut hoaks.

"PT Aneka Tambang Tbk menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial maupun beberapa pemberitaan terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar (hoaks)," kata Corporate Secretary PT ANTAM, Wisnu Danandi dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Rabu (13/1)

"ANTAM memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan ANTAM yang terjebak di dalam area tambang," imbuhnya.

Wisnu menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan, termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja.

Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan ANTAM, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali.

Perseroan, katanya, senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapan good mining practice, serta berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

"ANTAM mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang," ujar Wisnu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IHSG Nanjak ke Level 9.046, BBNI, BMRI dan SMGR Top Gainers LQ45
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Selamat, Aktor Oh Dong Min dan Noh Susanna Akan Menikah
• 18 jam laluinsertlive.com
thumb
Poin-poin Penting Pidato Tahunan Menlu Sugiono
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
ANTAM Luncurkan Emas Batangan Tematik Imlek “Year of the Horse”
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pembiayaan Mobil Baru di Industri Multifinance Lesu, Ini Penyebabnya
• 18 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.