Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah atau Kemenhaj mengumumkan terdapat peningkatan layanan bagi jemaah haji saat maktab di Mina dan Arafah ketika pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo menjelaskan bahwa pemerintah telah menunjuk penyedia layanan sejak beberapa bulan lalu dan akan menambah akomodasi jemaah saat maktab.
Nantinya, jemaah akan mendapatkan akomodasi ruang 1 meter per orang ketika maktab di Mina dan Arafah.
“Di sana, kalau selama ini 0,8 meter, nah, kini insyaAllah per jemaah itu dapat space sekitar 1 meter. Jadi, ada tambahan 20 centimeter. Tambahan ini mudah-mudahan bukan sekadar tambahan luas, tetapi juga bagian dari tambahan peningkatan layanan,” ujar Puji di sela aktivitas pagi Diklat Petugas Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Dia juga menyampaikan bahwa persiapan layanan di Arab Saudi terus berjalan on the track.
Kemenhaj bersama pemangku kepentingan di Arab Saudi terus bekerja sama dalam menyediapkan seluruh layanan, dari akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Selain itu, persiapan layanan di Arafah, Muzdalidah, dan Mina (Armuzna) juga berjalan sesuai jalur.
Baca Juga
- Kemenhaj: Petugas Haji Harus Beri Layanan Prima ke Jemaah, Bukan Cuma Selesaikan Tugas
- Kartu Nusuk Haji 2026 Mau Dibagikan sejak di Indonesia, Ini Rencananya
- Kesehatan Jemaah Haji Diperiksa 2 Tahun Sebelum Berangkat, Demi Tingkatkan Istitha'ah
Puji juga menekankan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus menghadirkan layanan secara nyata kepada jemaah haji atau deliver services.
Dia memberikan penekanan itu karena haji 1447 H/2026 M merupakan penyelenggaraan pertama di bawah Kemenhaj.
Menurut Puji, tugas utama PPIH atau petugas haji bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan memastikan seluruh layanan haji berjalan baik, petugas menjalankan tugas dan fungsinya, benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh jemaah sehingga jemaah puas dan terlindungi.
Menurutnya, kualitas penyelenggaraan ibadah haji sangat ditentukan oleh kehadiran petugas yang responsif, empatik, dan profesional. Setiap layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah, harus dirasakan langsung manfaatnya di lapangan.
“Kami memastikan bahwa pekerjaan bukan hanya selesai, tetapi apa yang diberikan benar-benar memiliki nilai dan manfaat bagi jemaah,” ujar Puji.





