Badan Pusat Statistik (BPS) mulai memberangkatkan mahasiswa Politeknik Statistik (Polstat) STIS untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Mereka nantinya juga akan ditugaskan untuk percepatan pendataan di lapangan.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menuturkan dari total 560 personel BPS dari STIS dan pegawai BPS, terdapat 240 mahasiswa STIS yang diberangkatkan dengan pesawat C-130J Super Hercules dari Lanud Halim Perdanakusuma.
“Kemarin (Rabu 14/1) 120 personil dan hari ini (Kamis (15/1) 120 personel atau mahasiswa yang kami berangkatkan dengan Hercules. Dan ini tentunya secara total 240 mahasiswa yang diberangkatkan dengan pesawat Hercules menuju ke daerah,” kata Amalia saat melepas mahasiswa STIS di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Kamis (15/1).
Amalia mengungkapkan sisa personel yang ada akan diberangkatkan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menggunakan pesawat komersil.
Terkait pendataan pascabencana, Amalia juga menjelaskan bahwa BPS akan menggunakan survei digital. Hal ini agar pengolahan data bisa dilakukan secara cepat.
“Kami juga menggunakan digital survey, aplikasi digital untuk mengumpulkan data, digital questionnaire. Nah itu juga begitu data masuk, begitu nanti juga ada bagian yang langsung memulai secara paralel untuk percepatan pengolahan data, percepatan hasil data yang kami akan hasilkan.” ujar Amalia.
Wakil Kepala BPS, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menjelaskan kebanyakan personel akan dikirim ke Aceh karena yang terdampak paling banyak ada di wilayah tersebut. Meski begitu, beberapa daerah terdampak lain di Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga akan diterjunkan personel BPS.
“Jadi memang paling banyak pergi ke Aceh ya, karena daerah yang terdampak paling banyak. Sementara kami fokus kan di 15 kabupaten kota yang paling terdampak. Di Aceh misalkan di Aceh Tamiang, di Bener Meriah, di Gayo Lues, di Aceh Timur, di Aceh Utara,” ujar Sonny.
Sementara untuk Sumatera Utara, Sonny menjelaskan daerah yang menjadi fokus adalah Sibolga, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Untuk Sumatera Barat, terdapat daerah Agam dan Padang Pariaman yang menjadi fokus.
Pengiriman personel BPS termasuk mahasiswa STIS memang sudah sesuai Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat.
Dengan adanya pendataan pascabencana maka data itu akan diselaraskan dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pendataan yang dilakukan tim tersebut nantinya akan meliputi 5 sektor, meliputi sektor perumahan, sektor infrastruktur, sektor sosial, sektor ekonomi, dan sektor pemerintahan.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5468975/original/039991100_1768040283-malut.jpeg)