Wall Street Melemah, Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan Gegara Trump

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah pada perdagangan di Rabu (14/1). Saham teknologi memimpin penurunan seiring pergeseran investor ke sektor yang lebih defensif. Saham perbankan juga memperpanjang pelemahan setelah rilis laporan keuangan kuartalan yang beragam.

Dilansir dari Reuters, Kamis (15/1), Dow Jones Industrial Average turun 0,09% ke 49.149,63. S&P 500 melemah 0,53% ke 6.926,60. Sementara Nasdaq Composite terkoreksi 1,00% ke 23.471,75.

Baca Juga: Bursa Eropa Cetak Rekor Didongkrak Saham Kimia dan Kesehatan

Saham Wells Fargo turun setelah bank tersebut gagal memenuhi ekspektasi laba kuartal keempat. Saham Citigroup dan Bank of America juga melemah, meskipun keduanya melaporkan laba kuartal keempat yang melampaui perkiraan analis.

Sektor keuangan, termasuk perbankan, tertekan sepanjang pekan ini di tengah kekhawatiran atas rencana batas suku bunga kartu kredit dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. JPMorgan memperingatkan kebijakan tersebut berpotensi menekan konsumen dan mengurangi profitabilitas sektor keuangan.

“Setelah reli yang cukup baik, dengan hasil kinerja yang biasa-biasa saja, kita melihat aksi ambil untung dan konsolidasi pada saham perbankan,” kata Kepala Strategi Pasar JonesTrading, Michael O’Rourke.

O’Rourke menambahkan bahwa secara umum investor masih optimistis terhadap sektor tersebut. Namun, ia mengatakan rencana pembatasan bunga kartu kredit itu mungkin tidak akan direalisasikan, meski para eksekutif bank juga tidak bisa sepenuhnya mengesampingkannya.

Di sektor teknologi, investor terlihat mulai merotasi portofolio dari saham-saham megakap yang dinilai mahal ke saham bernilai (value stocks) dan sektor defensif.

Pelaku pasar juga mencermati data ekonomi terbaru yang menunjukkan sesuai prediksinya indeks harga produsen pada November. Sementara penjualan ritel melampaui ekspektasi. Laporan lain menunjukkan inflasi konsumen naik sesuai proyeksi di Desember.

Baca Juga: BEI Bekukan Tiga Saham yang Naik Tajam, Salah Satunya Loncat 367%

Suku bunga diperkirakan akan bertahan setidaknya hingga paruh pertama tahun ini, termasuk pada pertemuan Federal Reserve Januari. Pelaku pasar memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapolresta Tangerang Turunkan Tim Medis di Lokasi Banjir Jayanti
• 7 jam laludetik.com
thumb
Warga Makassar Diimbau Kurangi Aktivitas Laut, Gelombang Tinggi Mengancam Hingga Februari
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Tinjau Titik Pemberhentian Transjakarta di Sawangan, Walkot Depok Janji Bangun Halte Baru
• 1 jam lalukompas.com
thumb
DPR Dukung Penambahan Anggaran hingga Rp5 Miliar untuk Rehabilitasi Pascabencana
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rumah Warga di Taman Cikande Tangerang Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 2 Meter
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.