Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi memberikan penghargaan kepada sejumlah prajurit Kopassus. Salah satu di antara mereka, ada sosok Serma Edi Sutono.
Edi mendapatkan penghargaan tertinggi, Sangkur Perak, atas dedikasi dan keberaniannya menyelamatkan nyawa rekannya dari ketinggian 10.000 kaki saat melakukan penerjunan.
"Berbuatlah yang terbaik, tulus, dan ikhlas dalam setiap penugasan," kata Djon saat memberikan penghargaan, dikutip dari akun instagram resmi Kopassus, @penkopassus, Kamis (15/1).
Kisah penyelamatan yang dilakukan Serma Edi bermula saat melakukan penerjunan tandem bersama rekannya, Sgt. Sabado (anggota Socom Filipina). Saat itu, tengah dilakukan Latma DOLPHINE XVI, dalam penerjunan freefall dari ketinggian 10.000 kaki.
Edi dan Sabado melakukan penerjunan bersama. Pada ketinggian 5.000 hingga 4.500 kaki, Serma Edi masih mendampingi rekannya dengan posisi stabil.
Namun, kondisi berubah saat memasuki ketinggian 3.000 kaki. Serma Edi menyadari Sabado tidak sadarkan diri (blackout) di udara.
Serma Edi Sutono lalu melakukan pengejaran di udara (mid-air chase) untuk mendekati Sabodo. Dengan kecepatan tinggi dan waktu yang sangat sempit, ia berhasil menjangkau dan menarik payung utama Sgt. Sabado hingga mengembang sempurna.
Namun, kondisi kritis dialami Edi. Karena penyelamatan itu, Edi kehilangan ketinggian aman. Dia berupaya mengembangkan payung utamanya sendiri, tapi tidak mengembang dengan sempurna.
Upaya darurat ia lakukan dengan menarik payung cadangan hingga akhirnya menabrak pohon sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Atas aksi itu, Edi mengalami cedera di kaki.





