Trump Jalin Komunikasi Baik dengan Pemimpin Sementara Venezuela, Bahas Keamanan Nasional hingga Perdagangan

suarasurabaya.net
6 jam lalu
Cover Berita

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) telah menjalin komunikasi baik via telepon dengan Delcy Rodriguez Presiden Sementara Venezuela.

“Pagi ini saya melakukan panggilan yang sangat baik dengan Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez. Kami membuat kemajuan yang luar biasa, seiring kami membantu Venezuela untuk stabil dan pulih,” tulis Trump di Truth Social, melansir Antara, Kamis (15/1/2026).

Dia mengaku, membahas beragam topik dengan Rodriguez. Termasuk soal minyak, mineral, perdagangan, hingga kemanan nasional.

“Banyak topik yang dibahas, termasuk minyak, mineral, perdagangan, dan tentu saja keamanan nasional. Kemitraan antara Amerika Serikat dan Venezuela ini akan menjadi sesuatu yang spektakuler untuk semua,” tambah Trump.

Dia mengatakan Venezuela akan segera menjadi negara yang besar dan makmur kembali.

Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, menangkap Nicolas Maduro Presiden Venezuela dan Cilia Flores istrinya, serta membawa mereka ke New York.

Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan mereka dalam “narko-terorisme” dan karena dianggap menimbulkan ancaman, termasuk terhadap AS. Dalam sidang pengadilan di New York, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut.

Sehubungan dengan operasi AS tersebut, Caracas meminta diadakannya pertemuan darurat PBB.

Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela menetapkan Delcy Rodríguez Wakil Presiden untuk menjalankan tugas sebagai kepala negara. Pada 5 Januari, Rodríguez secara resmi menjabat sebagai presiden sementara Venezuela dan mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Majelis Nasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela, menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, serta meminta agar eskalasi lebih lanjut dicegah.

China, mengikuti langkah Moskow, juga menyerukan pembebasan segera Maduro dan istrinya, dengan menekankan bahwa tindakan AS itu melanggar hukum internasional. Senada dengan sikap Beijing, Kementerian Luar Negeri Korea Utara pun mengkritik tindakan AS tersebut.

Adapun Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk mengatakan pada Selasa bahwa operasi militer AS di Venezuela telah merusak prinsip utama hukum internasional yang melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.(ant/kir/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Adam Sandler Janji Bikin 50 Film Sebelum Meninggal, 25 Dijamin Bagus
• 19 jam lalugenpi.co
thumb
Sidang Uji UU TNI di MK, Korban Kekerasan Nilai Proses Hukum Peradilan Militer Tak Beri Keadilan
• 5 jam laludisway.id
thumb
RUU Perampasan Aset Mulai Dibahas DPR Hari Ini
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Heroik! Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok Nyaris Tertabrak KA
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tabungan Haji Anak Muda Meningkat, Nasabah Gen Z Bank Mega Syariah Naik 29,4 Persen
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.