Nestle Buka Suara Usai BPOM Perintahkan Tarik Produk Susu Formula Bayi

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Nestlé Indonesia buka suara usai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan untuk menarik distribusi susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1.

Seperti diketahui, beberapa batch produk susu formula bayi Nestlé di sejumlah negara ditarik lantaran adanya potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku arachidonic acid (ARA) oil.

Adapun, toksin ini bersifat tahan panas/tidak dapat dimusnahkan/dinonaktifkan melalui proses penyeduhan dengan air mendidih maupun proses pemasakan biasa.

Umumnya, efek yang timbul imbas paparan toksin ini antara 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi dengan gejala antara lain muntah parah/persisten, diare, serta kelesuan yang tidak biasa. Namun, Nestlé Indonesia menyatakan fasilitas produksi di Indonesia tidak terdampak oleh isu toksin cereulide.

“Seluruh produk [Nestlé Indonesia] yang diproduksi di Indonesia tetap aman untuk dikonsumsi,” tulis Nestlé dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (15/1/2026).

Perusahaan juga menyatakan pihaknya tetap berkomitmen pada standar mutu dan keamanan pangan tertinggi, serta menyediakan informasi yang jelas dan transparan kepada orang tua, dan masyarakat luas.Nestlé menegaskan produk impor yang dijual tetap memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu, baik sesuai standar nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, perusahaan menekankan hanya terdapat dua batch produk yang diimpor ke Indonesia dari Swiss yang dinilai berpotensi terdampak, yaitu Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan (dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1).

“Kedua batch ini telah diuji menggunakan metode pengujian paling akurat, dan hasilnya memastikan bahwa cereulide tidak terdeteksi,” sambungnya.

Namun demikian, Nestlé Indonesia telah menghentikan distribusi dan menghentikan sementara impor produk terdampak tersebut. Serta, melakukan penarikan produk secara sukarela terhadap dua batch terdampak tersebut di bawah pengawasan BPOM.

Untuk itu, Nestlé mengimbau konsumen yang memiliki produk terdampak Wyeth S-26 Promil Gold pHPro dengan batch 51530017C2 dan 51540017A1 untuk menghubungi layanan konsumen Nestlé Indonesia di 0800 182 1028 atau melalui email di [email protected].

“Nestlé Indonesia meyakinkan konsumen bahwa tidak ada produk yang dipasarkan Nestlé Indonesia atau Wyeth lainnya, maupun batch lain dari produk yang ditarik, yang terdampak oleh isu ini,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Haruskah Pemimpin Uni Eropa Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump?
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Penyebab 6 DPD PAN Belum Musda saat Husniah Talenrang Ketua DPW Sulsel
• 3 jam lalutribuntimur.com
thumb
Video Viral Mobil Lawan Arah Terobos Jalur Transjakarta di Matraman Jakarta Timur, Polisi: Dia Orang Baru
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Belajar dari Afrika Selatan untuk Perkuat Kepemimpinan di Dewan HAM PBB
• 22 jam lalupantau.com
thumb
‎Langkah Pertama John Herdman Tak Ideal, Dua Pemain Kunci Timnas Indonesia Absen
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.