Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan

merahputih.com
1 jam lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - Pascabanjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang, Aceh, sejumlah warga pengungsi dilaporkan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Penyakit-penyakit tersebut muncul setelah bencana banjir yang terjadi pada pertengahan Desember 2025 lalu.

Kondisi ini terungkap saat Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Aceh melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pengungsi di Desa Tanjung Binjai dan Desa Kula Penaga, Aceh Tamiang.

Salah satu dokter yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Penda I dr. Yuliantikha Nurul Qumariah, menjelaskan bahwa mayoritas keluhan warga berkaitan dengan penyakit yang umum muncul pascabanjir.

“Penyakit yang paling banyak kami temukan adalah hipertensi, dermatitis, ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), diare, serta hiperkolesterolemia,” kata Yuliantikha di Aceh Tamiang, Kamis (15/1).

Baca juga:

Ratusan Ribuan Warga di Aceh Masih Mengungsi Setelah 2 Bulan Lalu di Terjang Banjir

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat 193 warga menerima layanan kesehatan. Dari jumlah tersebut, penyakit yang paling dominan adalah hipertensi dengan 70 pasien.

Selain itu, ditemukan dermatitis pada 50 pasien, hiperkolesterolemia pada 30 pasien, ISPA sebanyak 15 pasien, diare pada 10 pasien, diabetes melitus pada 5 pasien, serta keluhan sakit gigi pada 3 pasien.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Aceh Kombes Dafianto Arief mengatakan kehadiran tim kesehatan gabungan merupakan upaya memperkuat layanan medis agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara merata.

“Sinergi tim BKO dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, serta jajaran Polda Aceh memungkinkan pelayanan dilakukan secara optimal, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Baca juga:

Kapolda Ajak Masyarakat Aceh Tamiang Jadikan Lumpur Sisa Banjir untuk Media Tanam Tumbuhan

Kehadiran tim kesehatan Polri tersebut disambut hangat oleh masyarakat. Sulaiman (52), warga Desa Tanjung Binjai, mengaku sangat terbantu dengan layanan pemeriksaan kesehatan yang diberikan.

“Sejak banjir, banyak warga yang mengeluh sakit. Alhamdulillah polisi datang memeriksa kesehatan, memberi obat dan vitamin. Kami merasa diperhatikan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Nur Aisyah (40), warga Desa Kula Penaga. Ia menilai kegiatan home visit sangat membantu, khususnya bagi warga lanjut usia dan pasien dengan keterbatasan mobilitas.

“Petugas datang langsung ke rumah warga yang tidak bisa berjalan jauh. Ini sangat membantu dan membuat kami merasa tidak sendirian,” tuturnya. (Knu)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menjajal Jalur Langit TransJakarta Koridor 13, Ngos-ngosan Menuju Halte
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Daftar Pencetak Gol Terbanyak Putaran Pertama BRI Super League 2025/2026: Dominasi Brasil
• 15 jam lalubola.com
thumb
UMKM Jadi Fokus Industri Halal, Kadin Dorong Naik Kelas ke Pasar Global
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemulihan Aceh Pascabencana Harus Fokus Restorasi Ekologi Aktif
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Heroik! Kabid Humas Polda Jateng Dorong Mobil Mogok Nyaris Tertabrak KA
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.