Pemilu Tegang di Uganda: Internet Padam, Oposisi Ditekan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Uganda menggelar pemilihan umum pada Kamis (15/1) di tengah pemadaman internet nasional dan pengetatan aparat keamanan, situasi yang memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan politik.

Presiden Yoweri Museveni diperkirakan kembali mempertahankan kekuasaannya, yang telah berlangsung hampir empat dekade.

Menjelang pemungutan suara, pemerintah memutus akses internet dengan alasan mencegah penyebaran disinformasi dan hasutan kekerasan. Namun, langkah tersebut menuai kritik keras dari berbagai pihak. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut pemadaman internet ini sebagai tindakan yang “sangat mengkhawatirkan”.

Museveni (81), menghadapi tantangan serius dari tokoh oposisi Bobi Wine, mantan musisi yang kini menjadi politisi dan memiliki basis dukungan kuat di kawasan miskin Kampala. Wine menuding pemilu kali ini berlangsung tidak adil dan penuh intimidasi.

“Kami sadar betul mereka merencanakan kecurangan, kekerasan, bahkan pembunuhan, dan mereka tidak ingin dunia melihatnya,” kata Bobi Wine kepada AFP.

Ratusan pendukung Wine dilaporkan ditangkap menjelang pemilu. Ia bahkan mengenakan rompi antipeluru saat kampanye dan menyebut kontestasi politik ini sebagai sebuah “perang”, seraya melabeli Museveni sebagai “diktator militer”.

Di sisi lain, Museveni tampil dengan nada keras. Dalam kampanye terakhirnya, ia menyerukan warga untuk tetap memilih dan mengancam siapa pun yang mengganggu jalannya pemilu.

“Pergi dan pilihlah. Siapa pun yang ingin mengganggu kebebasan kalian, akan saya hancurkan,” ujar Museveni.

Kelompok HAM dan organisasi pers melaporkan adanya intimidasi terhadap jurnalis dan pembatasan ruang gerak pemantau pemilu. Human Rights Watch menilai oposisi menghadapi “represi brutal”, sementara Reporters Without Borders melaporkan kekerasan terhadap jurnalis lokal saat meliput kampanye.

Pemilu ini kembali menegaskan dilema politik Uganda: antara stabilitas di bawah pemimpin lama dan tuntutan perubahan di tengah tuduhan pembatasan demokrasi yang kian menguat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Besok, Seribu Buruh Bakal Demo di DPR dan Kemnaker
• 18 jam laluokezone.com
thumb
BNPB Siapkan 121 Huntara bagi Warga Pematang Durian Aceh Tamiang
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ratusan Mahasiswa STIS Dikirim PKL ke Wilayah Bencana Sumatra, Bantu Percepat Pendataan
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Romantisme Pasar Seni ITB Kembali
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Sopir Taksi Online Dirampok dan Dianiaya, Polisi Tangkap 1 Pelaku di Makassar | BERUT
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.